Aceh Timur (Waspada Aceh) – Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir meminta percepatan penanganan terhadap sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat yang hingga kini masih membutuhkan rehabilitasi pascabencana.
Pemerintah Aceh menargetkan pemulihan lahan pertanian terus dipercepat agar produktivitas petani kembali pulih.
Permintaan itu disampaikan M. Nasir saat meninjau pelaksanaan rehabilitasi lahan sawah di Desa Matang Seupeng, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, Senin (6/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, M. Nasir mengatakan Pemerintah Aceh akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta unsur TNI agar seluruh program rehabilitasi dapat diselesaikan tepat waktu.
Ia berharap mayoritas sawah yang telah direhabilitasi sudah dapat ditanami pada Juli tahun ini sehingga aktivitas pertanian dan pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana dapat segera berjalan normal.
Selain mempercepat penyelesaian rehabilitasi sawah rusak ringan dan sedang, Sekda Aceh juga meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus mengupayakan solusi bagi sekitar 16.283 hektare sawah yang mengalami kerusakan berat.
Menurutnya, lahan tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut agar dapat kembali produktif.
“Melalui kolaborasi yang kuat, kita optimistis seluruh lahan terdampak dapat dipulihkan secara bertahap,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh Azanuddin Kurnia melaporkan rehabilitasi sawah rusak ringan seluas 6.304 hektare telah mencapai progres fisik sekitar 40 persen. Adapun rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 2.281 hektare telah mencapai 78 persen.
Secara keseluruhan, pemulihan sawah rusak ringan dan sedang yang telah dan sedang ditangani melalui kolaborasi Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten/kota mencapai 40.988 hektare.
Di lokasi peninjauan, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Timur Erwin Atlizar menjelaskan olah lahan seluas sekitar 30 hektare sedang dilakukan dan ditargetkan segera memasuki masa tanam.
Ia juga berharap dukungan Pemerintah Aceh untuk mempercepat pasokan air dari Daerah Irigasi Jambo Aye guna mengairi sekitar 350 hektare sawah di 12 desa yang berada di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.
Menanggapi hal itu, M. Nasir langsung meminta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).
Hasil koordinasi tersebut mendapat respons positif, di mana BWS menyatakan siap mengambil langkah-langkah darurat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.
Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah, Sekda Aceh bersama rombongan juga meninjau jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Ia meminta Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor pelaksana mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera tersedia sehingga petani dapat memulai musim tanam tanpa hambatan. (*)



