Kamis, Juni 20, 2024
Google search engine
BerandaProfilAlm. Zamzamy Surya, Sosok Wartawan Berpendirian Teguh

Alm. Zamzamy Surya, Sosok Wartawan Berpendirian Teguh

LANGKAH, rezeki, pertemuan, maut. Semua yang menentukan Allah Swt. Demikian perjalanan penulis saat suatu kesempatan medio akhir April 2018 menghadiri hajatan pernikahan putri Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf.

Sejatinya penulis usai hajatan langsung kembali ke Medan, tapi balik kanan menerima tawaran Kepala Perwakilan Waspada Aceh untuk menghadiri hajatan keluarganya di Tapaktuan, Aceh Selatan.

Alasannya, selain merindu jalan darat wilayah barat Aceh—terakhir kali jalan bersama Komisaris Utama Waspada, Bapak Tribuana Said belasan tahun yang lalu–juga ingin menyambangi sang  wartawan senior Waspada di sana, yakni Zamzamy Surya. Beliau seangkatan dengan orangtua penulis–Almarhum H. Anwar Bey.

Tak banyak bicara. Tapi ruh Waspada itu ada pada gaya penulisannya yang tajam tanpa tendesi apalagi kepentingan. Tetap konsern menulis tajam dalam hal ketimpangan di daerah kelahirannya. Berpendirian teguh, apalagi untuk mempertahankan kebenaran laporan beritanya.

“Ini sesuai dengan moto Waspada ‘Demi Kebenaran dan Keadilan’, ” ujarnya bersemangat seakan tidak mengingat usia apalagi kondisi kesehatannya yang telah digerogoti penyakit jantung dan DM.

Akhirnya pertemuan singkat itu menjadi pertemuan yang terakhir bagi penulis. Betapa tidak, pada dua hari menjelang berakhirnya Ramadhan, sang wartawan ini menghembuskan nafas terakhirnya. Zamzamy Surya,  meninggalkan di usia 58 tahun pada Rabu, 28 Ramadhan 1439 H /13 Juni 2018, pukul 03.00 Wib.

Kepada sahabat yang lain, almarhum juga sempat menunjukkan isyarat tidak biasa. Teuku Ardiansyah, Sekretaris Perwakilan Waspada Banda Aceh,  biasanya tiap akhir bulan almarhum membayar segala jenis tagihan termasuk rekening telkomsel.  Tapi pada bulan ini, almarhum menyelesaikannya di awal bulan. Seakan dia tidak ingin meninggalkan hutang.

Rasa terkejut juga diungkapkan Hendro Saky, wartawan di Banda Aceh yang berkesempatan ketemu dengan almarhum di kantor Perwakilan Waspada di Banda Aceh. Kata Hendro, almarhum tidak menunjukan gejala sakit. Suasana hatinya tampak riang saja dan mengajak ngopi bareng, sebelum masuk bulan Ramadhan. Bahkan ketika itu, almarhum mengajak mantan redakturnya di Waspada, Maskur Abdullah, wartawan senior  dari Medan, yang saat itu berada di Banda Aceh untuk  menyelesaikan penulisan sebuah buku di Banda Aceh.

“Benar-benar di luar dugaan. Saat itu dia terlihat riang, seperti tidak punya beban apa-apa, dan tampak sehat. Kami banyak ngobrol masa lalu dengan almarhum dan bersama Aldin NL, Kepala Perwakilan Waspada Aceh, sambil menikmati kopi sanger arabika,” ujar Maskur Abdullah, yang begitu mengenal sosok alhamrhum Zamzamy Surya.

 

Soalnya selama lebih 30 tahun bergabung dengan Harian Waspada, tidak pernah meninggalkan kesan negatif. Baik sesama wartawan,  juga dengan narasumber. Namanya juga cukup dikenal baik oleh kalangan redaktur Waspada di Medan.

Mantan Ketua Balai PWI Aceh Selatan ini kerab menjadi panutan, baik oleh wartawan seusianya mau pun para wartawan muda. Selamat jalan sobat, budi baik dan ketajaman penamu akan dikenang sepanjang masa. (Rizaldi Anwar)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER