Suka Makmue (Waspada Aceh) – Tak lama setelah banjir bandang meluluhlantakkan Kabupaten Nagan Raya, masyarakat Gampong Krueng Cut, Kecamatan Darul Makmur, digegerkan oleh fenomena tak terduga: munculnya gelembung gas yang keluar dari beberapa titik di tepi sungai setempat.
Kabar penemuan ini menyebar seperti api di sekam kering, membuat warga berbondong-bondong menuju lokasi untuk menyaksikan langsung dan memastikan kebenaran fenomena alam yang menghebohkan pasca bencana.
Minggu (4/1/2026), Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan atau TRK mengkonfirmasi bahwa pemerintah kabupaten segera mengirimkan tim peninjau ke lokasi untuk mengidentifikasi titik keluar gas dan mengevaluasi situasi.
Menurutnya, gelembung gas mulai muncul setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut, dan pihaknya telah menetapkan pembatasan sementara di sekitar lokasi semburan.
“Kami telah meminta aparatur Gampong untuk melakukan pemantauan berkala guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas TRK.
Dia menambahkan bahwa Pemkab akan melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut, dengan koordinasi bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, untuk menentukan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
Bupati juga mengimbau warga untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi keluar gas dan mematuhi arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Manusia Setdakab Nagan Raya Jasman menyatakan bahwa hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan atau gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat sekitar lokasi semburan gas.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian dan pemeriksaan teknis dari Dinas ESDM Aceh diterima,” pungkas Jasman.
Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi untuk menjaga keamanan warga. (*)



