Vaksinasi Dosis Pertama di Medan Masih 47%

    BERBAGI
    Menteri BUMN Erick Thohir didampingi Wali Kota Medan, Bobby Nasution, ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Medan. (Foto/Ist)

    Medan (Waspada Aceh) – Wali Kota Medan Bobby Nasution mengungkapkan hingga kini vaksinasi dosis pertama di Kota Medan masih 46-47 persen dari 1,9 juta warga yang wajib vaksin. Sedangkan vaksinasi dosis kedua baru mencapai 35-36 persen.

    Untuk itu, Bobby Nasution atas nama masyarakat Kota Medan juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian BUMN, KADIN Indonesia, Sumut dan Kota Medan, jajaran TNI dan Polri serta Artha Graha Peduli.

    Ucapan itu disampaikan Bobby atas pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Indonesia bekerjasama dengan Pemko Medan di Perumahan Padang Golf Jalan Malibu Indah Raya, Kelurahan Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia, Sabtu (25/9/2021).

    Apalagi vaksinasi akan berlangsung selama dua bulan dengan target 60.000 orang. Selain membantu Pemko Medan mencapai target yang telah ditetapkan, vaksinasi yang dilakukan tentunya mempercepat terwujudnya herd immunity di Kota Medan.

    Di hadapan Menteri BUMN dan Ketua KADIN Indonesia Arsjad Rasjid, Bobby Nasution selanjutnya menjelaskan, Pemko Medan saat ini fokus melaksanakan vaksinasi di tingkat kecamatan. Kemudian, dikecilkan lagi hingga tingkat kelurahan dan Puskesmas.

    Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir usai melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi bersama Bobby Nasution mengatakan, vaksinasi massal yang dilakukan ini merupakan hal sangat positif, ketika ada pihak swasta mendukung percepatan vaksinasi.

    Dikatakannya, vaksinasi massal ini akan berlangsung selama dua bulan dan target yang divaksin perharinya 700-1.000 orang.

    “Ini (vaksinasi massal) sangat positif. Mudah-mudahan kita dapat terus menekan penyebaran COVID-19. Di samping itu kita juga berharap jumlah vaksinasi terus meningkat. Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, kita harus tetap waspada dan harus memakai masker serta vaksin adalah kunci utama,” ungkapnya. (sulaiman achmad)