London — Pemerintah Inggris dilaporkan mulai memberlakukan pembatasan akses secara total atau lockdown selama tiga pekan ke depan, di tengah semakin meningkatnya penyebaran virus Corona atau COVID-19 di negara itu.
Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, telah menginstruksikan seluruh penduduk agar tidak bepergian untuk sementara waktu. Keculai untuk urusan yang sangat mendesak. Pemerintah juga melarang penduduk berkumpul lebih dari dua orang.
Johnson mengatakan, selama pemberlakuan lockdown masyarakat tetap dibolehkan bepergian untuk belanja, berobat, olahraga atau bekerja. Begitu pun, pemerintah memerintahkan seluruh pertokoan ditutup, demikian juga perpustakaan dan rumah ibadah.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat sampai saat ini ada 5.687 kasus infeksi virus Corona di Inggris, dengan 281 korban meninggal dunia.
16.497 Kematian di Dunia
Wabah virus Corona dilaporkan telah menimbulkan keresahan di seluruh dunia. Jumlah kasus terinfeksi meningkat tajam, begitu juga angka kematian.
Setidaknya 160 negara telah melaporkan temuan kasus positif COVID-19. Sebagaimana catatan John Hopkins University hingga Selasa pagi (24/3/2020), jumlah total kasus infeksi virus Corona di dunia telah mencapai 378.287 kasus.
Menurut John Hopkins University, 16.497 pasien atau sebesar 4,36 persen dari total kasus di dunia, dilaporkan meninggal dunia. Sedangkan 100.958 pasien di antaranya atau sekitar 26,69 persen dari total jumlah kasus dinyatakan sembuh. Jumlah kasus terbanyak masih terdapat di China, disusul Italia, Amerika Serikat dan Spanyol.
Laporan terkini menyebutkan, jumlah pasien sembuh di China cukup tinggi. Dari 81.496 kasus yang dilaporkan, 72.819 pasien telah dinyatakan sembuh. Jumlah kematian tercatat 3.274 kasus. Sementara di Italia dilaporkan terjadi 6.077 kasus kematian, telah melampaui China. (**)