Rabu, Mei 29, 2024
Google search engine
BerandaKulinerTerbakar Semangat Bara Api Sate Matang di Tengah Pandemi COVID-19

Terbakar Semangat Bara Api Sate Matang di Tengah Pandemi COVID-19

COVID-19 membuat omzet kami turun hingga 40 persen. Biasanya daging untuk sate setiap harinya 100 kg, tapi saat pandemi turun hingga 60 kg

Duum…! Suara ini bukan hanya mengejutkan orang yang melintas. Sebagian konsumen yang sedang makan pun terkaget-kaget. Suara itu bukan dari letusan senjata, tapi suara dari botol kecap yang dipukulkan ke meja steling Sate Matang, hingga bersuara keras.

Suara itu menjadi bagian dari upaya penjual sate matang untuk menarik perhatian konsumen. Paling tidak, setiap lima menit, suara itu tiba-tiba mengejutkan para pengunjung. Kepulan asap dan aroma khas dari daging sapi yang dibakar, menambah semaraknya warung Sate Matang Yakin Rasa.

“Saya baru sekali makan di sini, rasanya enak sekali. Tekstur dagingnya lembut, bumbu satenya meresap. Karyawan di sini juga ramah. Tempat ini saya rekomendasikan untuk pecinta kuliner khas Aceh,” kata Ita, konsumen sate matang.

Wanita asal Medan ini menikmati sate matang di warung Sate Matang Yakin Rasa, yang berlokasi di kawasan pusat kuliner Rex, Peunayong, Banda Aceh. Ita baru pertama kali datang ke Banda Aceh, dan langsung “jatuh cinta” dengan kenikmatan sate matang.

Nama sate matang sendiri bukan berarti karena sate ini sudah dimasak kemudian menjadi matang. Tetapi nama matang diambil dari daerah tempat sate ini diperkenalkan, yaitu di Kota Matang Geuleumpang Dua, Kabupaten Bireuen, sekitar 218 Km dari Kota Banda Aceh. Kuliner khas ini lebih dikenal dengan nama Sate Matang.

Ada banyak penjual sate matang di seputaran Rex, Peunayong, Banda Aceh. Sate matang disajikan bersama nasi dan kuah soto. Kuah soto yang encer menyerupai sop, diberi isian potongan daging dan lemak, ditaburi kentang dan bawang goreng.

Sate matang disajikan lengkap satu paket dengan nasi putih dan kuah soto serta bumbu kacang. (Foto/Cut Nauval Dafistri)

Perpaduan rasa sate dan kuah soto yang gurih, serta rasa bumbu kacang yang pedas dan manis, tentu menghasilkan sensasi rasa yang khas dan nikmat. Begitu lah sate matang.

Sate matang adalah kuliner yang jarang dilewatkan oleh para pengunjung kota Serambi Mekah. Salah satu tempat yang paling favorit dan cukup dikenal, yaitu Sate Matang Yakin Rasa. Warung yang setiap malamnya ramai ini, berada di Jalan Sri Ratu Safiatuddin Banda Aceh.

Warung ini, buka hampir setiap sore hingga malam. Terlihat sejumlah karyawan berbaju biru, hilir mudik, sibuk mempersiapkan sajian sate dan melayani pelanggan. Mereka merapikan meja dan memanggang sate. Sementara kepulan asap dari arang yang membakar potongan daging sapi dalam tusukan bambu, menimbulkan aroma khas daging bakar yang menggugah selera.

Tidak heran, sate matang kini menjadi primadona kuliner di Aceh. Warung ini bahkan banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, antara lain wisatawan dari Malaysia.

Meski di masa pandemi COVID-19, karyawan warung Sate Matang Yakin Rasa tetap bersemangat melayani para konsumennya. (Foto/Cut Nauval Dafistri)

Keunikan dalam penyajian sate ini juga menjadi daya tarik tersendiri. Seperti juru masak yang sewaktu-waktu menghentakkan botol kecap ke atas meja, setelah menyiramkan kecap ke dalam sajian sate. Jedar…! Suara keras terdengar mengejutkan pelanggan yang sedang makan dan orang yang melintas di depan warung.

Menurut pemilik warung, Muhammad Nasir, 42, tidak ada ritual khusus dari saat meletakkan botol kecap dengan hentakan itu. Menurutnya, hal tersebut dilakukan hanya untuk menarik pengunjung saja. Apapun alasannya, yang pasti warung Sate Yakin Rasa ini menyajikan sate matang yang lezat dan patut dicoba.

Terimbas Pandemi COVID-19
Muhammad Nasir mengatakan, bisnis sate matang yang dia lakoni itu merupakan bisnis turun temurun sejak dahulu. Pada tahun 2005, Nasir kemudian membuka usaha sate matang di Banda Aceh. Hingga dia memiliki 7 cabang.

Meski pandemi COVID-19 memengaruhi omset penjualan Sate Matang Yakin Rasa, tapi Muhammad Nasir mengaku tetap bersemangat. Dia bersyukur masih bisa mempekerjakan karyawannya. (Foto/cut nauval dafistri)

Nasir menjelaskan, penjualan sate selama pandemi COVID-19 tentu saja menurun. Hal tersebut karena kurangnya wisatawan setelah adanya pembatasan wilayah. Bisnis tersebut sempat tutup selama 15 hari pada awal virus Corona mulai menyebar di Aceh.

“COVID-19 ini membuat omset kami menurun hingga 40 persen. Biasanya daging untuk sate matang tiap harinya habis 100 Kg. Tetapi setelah pandemi, penjualan menurun, hanya bisa menghabiskan daging 60 Kg saja per hari,” ujar Nasir saat berbincang dengan Waspadaaceh.com di warungnya, Sabtu malam (13/2/2021).

Untuk beras juga demikian, biasanya bisa menghabiskan 12 sak beras perhari, tapi kini hanya 8 sak. “Adanya penurunan omset ini berpengaruh terhadap pendapatan karyawan yang berjumlah 25 orang,” ungkap Nasir.

Sebelum pandemi, kata Nasir, omsetnya cukup lumayan, bahkan dia dan karyawannya sampai kewalahan melayani pelanggan yang begitu ramai. Tapi sejak pandemi COVID-19, omsetnya bagai “hangus” ikut terbakar pandemi, turun hingga 40 persen.

Namun demikian, meski pandemi COVID-19 memengaruhi omset penjualan Sate Matang Yakin Rasa, Nasir mengaku tetap bersemangat. Dia bersyukur masih bisa mempekerjakan dan menggaji karyawannya.

Nasir menjelaskan, warung Sate Matang Yakin Rasa mulai dibuka setiap hari pukul 16.00 WIB dan tutup pada pukul 02.00 WIB. Selain pemesanan untuk makan di tempat, tak jarang konsumen memesannya untuk dibawa pulang atau pesan secara online. Menu yang tersedia, nasi sate matang, nasi putih, soto sate matang, aneka jus, kopi, teh dan minuman lainnya.

Untuk satu porsi sate matang berisi 10 tusuk ditambah nasi dan kuah soto, seharga Rp25.000 saja. Namun harga ini bisa berbeda, tergantung jumlah sate yang dipesan dan yang habis dimakan. Menariknya lagi, sate tersebut juga bisa dibeli per tusuk yang biasanya dihargai Rp2.500.

Bara api tampak menyala panas. Bara api ini pula yang agaknya mampu membakar semangat Muhammad Nasir, di tengah pandemi COVID-19, untuk tetap menjalankan usaha kulinernya, yakni Sate Matang Yakin Rasa. Semoga. (Cut Nauval Dafistri/Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER