Beranda Aceh Tenaga Kesehatan di Aceh Selatan Lumpuh Usai Vaksin COVID-19

Tenaga Kesehatan di Aceh Selatan Lumpuh Usai Vaksin COVID-19

BERBAGI
Salah seorang tenaga kesehatan RSU Cut Meutia Buket Rata Lhokseumawe, saat divaksinasi COVID-19, beberapa waktu lalu. (Foto/Syaiful)

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Sawang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, Leni Marwina, 32, mengalami lumpuh usai disuntik vaksin COVID-19.

Leni Marwina kepada Waspadaaceh.com di Aceh Selatan, Rabu (7/4/2021), menceritakan dirinya tak sadar diri (pingsan) setelah beberapa detik divaksin COVID-19.

“Saya sadarkan diri saat tiba di rumah. Ketika saya ingin berdiri tiba-tiba saja tubuh sulit digerakkan,” katanya.

Leni Marwina bersama tenaga kesehatan lainnya mengikuti vaksin COVID-19 tahap kedua di Puskesmas Sawang pada 26 Februari 2021.

Saat ini dia hanya bisa terbaring di rumahnya Gampong Trieng Meuduro Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan.

Kaki kiri Leni Marwina sulit digerakkan. Ketika berjalan dia menggunakan tongkat dan harus dibantu pihak keluarga.

Leni Marwina mengaku perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yuliddin Away Tapaktuan selama satu minggu. Selama dirawat di RSUDYA Tapaktuan kondisinya sedikit membaik dari sebelumnya.

Sarbaini, suami Leeni Marwina, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan memperhatikan dengan serius pengobatan istrinya.

“Rencananya istri saya akan dirujuk ke RSUZA Banda Aceh untuk menjalani perawatan,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Sawang Juwita Kusuma mengakui tenaga kesehatan tersebut pingsan usai divaksin pada vaksinasi COVID-19 tahap kedua.

“Jelang berapa jam, kakinya tidak bisa bergerak. Hari ini dia dirujuk ke RSUZA Banda Aceh setelah menjalani perawatan di RSUDYA Tapaktuan,” terangnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan Novi Rosmita menjelaskan tenaga kesehatan tersebut bukan lumpuh, namun mengalami KIPI yaitu merasa kebas di bagian tubuh.

KIPI adalah salah satu reaksi tubuh pasien yang tidak diinginkan yang muncul setelah pemberian vaksin. KIPI dapat terjadi dengan tanda atau kondisi yang berbeda-beda.

“Ini perlu kita konsulkan ke ahli syaraf di RSUZA Banda Aceh. Kalau lumpuh total itu tidak bisa bergerak. Kita di Aceh Selatan ada beberapa orang seperti itu, tetapi yang lainnya sudah membaik,” pungkasnya. (Faisal)