Jumat, Mei 24, 2024
Google search engine
BerandaTulisan FeatureSyarifah Zaimah Guru Biasa Yang Miliki Misi Luar Biasa

Syarifah Zaimah Guru Biasa Yang Miliki Misi Luar Biasa

“Sosoknya juga menjadi panutan bagi siswanya karena mampu memberikan inspirasi melalui prestasi yang telah banyak diraih”

Cantik, energik, humoris dan berprestasi. Begitulah selayang pandang, kesan yang terlihat dari sosok Syarifah Zaimah.

Bagi yang baru mengenalnya, pasti tidak menyangka bila wanita kelahiran 1981 ini, berprofesi sebagai guru. Dia bertugas di Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Sikapnya yang santai dan cenderung homoris menggambarkan istri Dhian Ramadhan ini seorang guru favorit dan cerdas yang dimiliki SDN 1 Beureunuen. Saat mengajar ekstrakurikuler kesenian, guru yang memiliki hidung mancung dan wajah kearab-araban ini selalu bisa membuat suasana hidup dan terasa menyenangkan.

Terutama bagi anak didiknya saat mereka belajar seni tari-tarian, latihan vocal dan pantomim. Syarifah Zaimah atau akrab disapa bu Ipah menjadi sosok guru favorit. Sosoknya juga menjadi panutan bagi siswa-siswinya karena mampu memberikan inspirasi melalui prestasi yang telah banyak diraihnya. Seperti juara seni tari, menyanyi tunggal dan pantomim.

Hampir setiap tahun selalu mendapat juara, baik juara tingkat wilayah, kabupaten, tingkat provinsi bahkan tingkat nasional.
Pengalaman Syarifah Zaimah dalam menghadapi karakter anak didiknya memang tidak bisa diragukan lagi.

Sebanyak 392 murid SD N 1 Beureunuen, Kabupaten Pidie yang menampilkan bermacam karakter itu dihadapinya dengan penuh kasabaran. Konon lagi dia ditugaskan mengasuh pelajar di kelas dua, dimana tipikal dan karakter anak-anak yang perlu dihadapi dengan penuh kasabaran.

Apalagi dirinya didukung penuh Kepala Sekolah (Kepsek) SD N 1 Beureunuen, Cut Zainabon. Adanya dukungan itu membuat tugas-tugas yang diembannya di sekolah tersebut terasa ringan dan santai serta dihadapinya dengan
penuh bersemangat sehingga siswa-siswinya meraih prestasi, terutama bidang seni.

“Alhamdulillah selalu mendapat juara. Tingkat nasional kita tahun lalu meraih juara pantomim tingkat nasional,” katanya.

Guru alumni S2 Universitas Iskandar Muda tahun 2018 ini, terlihat sangat tekun dan bekerja ikhlas dalam berbuat hal-hal positif, terutama dalam memajukan sekolah tempatnya mengajar sekarang. Wanita yang memiliki paras cantik ini, terus berinovasi mewujudakan sekolah yang berkompetensi dan siswa yang berprestasi.

Di era digital ini, ibu guru yang memiliki tinggi badan 155 cm terus belajar agar bisa membuat perubahan dengan menciptakan metode atau strategi baru dalam meberikan pembelajaran bagi siswa-siswinya agar bisa dipahami sesuai degan karakter belajar mereka yang sekarag ini sering disebut dengan pembelajaran berdiferensiasi. Metode itulah yang saat ini terus dipelajari ibu Ipah, dengan mengikuti calon guru penggerak angkatan delapan.

Syarifah Zaimah bersama suaminya Dhian Ramadhan saat melatih pantomim di SDN 1 Beureunuen, beberapa waktu lalu, (Foto/Muhammad Riza).

Ia pun mengakui, sekarang telah mengikuti tes simulasi mengajar dan tes wawancara serta sedang menunggu hasil.

“Semoga saya bisa lulus yang bang menjadi guru penggerak” katanya kepada Waspada dengan nada ramah.

Syarifah Zaimah mengungkapkan, sejak ia mengikuti program guru penggerak, banyak ilmu yang ia dapatkan. Konon lagi, di paradigma sekarag ini semua guru dituntut bisa menguasai Information and Communication Technology (ICT ) karena dengan teknologi dan merancang model atau media pembelajaran degan teknologi, menurut dia akan memudahkan siswa memahami pembelajaran.

Supervisi silang atau monev yang saat ini sedang berlangsung dilakukan oleh pengawas sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie, menjadi pengalaman baru bagi Syarifah Zaimah. Pasalnya, bertepatan dengan jadwal supervisi silang di SD N 1 Beureunuen, pada waktu yang sama Kepsek tempatnya mengajar sedang melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci, Mekah.

“Jadi kami harus tetap memberikan yang terbaik untuk sekolah tercinta ini, mulai dari guru mempersiapkan semua administarasi kelas dan semuanya harus disiapkan,” katanya.

Begitupun, ia harus mempersiapkan semuanya termasuk merapikan dan mempersiapkan delapan standar nasional pendidikan yang akan diperiksa dan diberikan penilaian oleh tim supervisor. Pun begitu, berkat kerja sama dan kerja keras semua guru dibarengi doa yang dipanjatkan kepala sekolah dari tanah suci, supervisi silang berjalan lancar di SD N 1 Beureunuen beberapa waktu lalu.

“Semoga mendapatkan nilai yang terbaik, dan semoga SD N 1 Beureunuen tetap menjadi yang terbaik,” harapnya. (Muhammad Riza)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER