Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaAcehSMK PP Negeri Saree Manfaatkan Lahan Praktek Pertanian Seluas 180 Hektare

SMK PP Negeri Saree Manfaatkan Lahan Praktek Pertanian Seluas 180 Hektare

Aceh Besar (Waspada Aceh) – Dalam meningkatkan kualitas belajar siswa di bidang pertanian, Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Aceh Saree mengoptimalkan lahan praktek untuk budidaya tanaman.

Kepala SMK Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Saree, Muhammad Amin mengatakan, Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen yang sangat penting, yang harus mendapatkan pendidikan dan pelatihan, demi menghasilkan sumber daya yang berkualitas.

“Model pembelajaran di SMK PP Negeri Saree, 70 persen praktek dan 30 persen teori. Jadi siswa lebih banyak praktek lapangan,” jelasnya.

Saat ini, kata Amin, SMK-PP Negeri Saree memiliki 180 hektare lahan yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya tanaman pangan maupun tanaman holtikultura.

“Kami SMK PP Negeri Saree melakukan berbagai terobosan di antaranya dengan melakukan kerjasama pertanian dengan berbagai stakeholder, mengoptimalkan lahan praktek seluas 180 hektare dengan melakukan budidaya pertanian,’’  tutur Muhammad Amin kepada Waspadaaceh.com, Jumat (26/8/2022).

Budidaya tanaman pangan yang menjadi fokus di SMK PP Negeri Saree seperti tanaman jagung, edamame kedelai jepang dan padi. Menurut Muhammad Amin kondisi iklim di Saree yang sangat cocok untuk budidaya tanaman tersebut.

“Untuk tanaman pangan kita sekarang persiapan lahan budidaya tanaman jagung. Ada 2 yakni untuk pipil dan sweet corn konsumsi segar. Komoditi jagung ini menjadi primadona di Saree,” tuturnya.

Lanjutnya untuk jagung pipil seluas 5 hektare lahan dengan masa panen 3 kali dalam setahun. Sedangkan jagung manis seluas 2 hektare lahan dengan masa panen 4 kali dalam setahun.

Untuk tanaman padi pihaknya menyediakan lahan tidak terlalu luas dengan skala pelajar sekitar 100 – 2000 meter lahan padi.

Selain tanaman pangan, pihaknya juga membudidaya sektor komoditas holtikultura dan juga budidaya dengan menggunakan sistem hidroponik.

Di SMK yang kini disebut sebagai pusat unggulan ini juga memiliki Green House. Tanaman holtikultura yang dibudidaya seperti bawang merah, bawang putih, cabe sayur-sayuran seperti pokcoy, selada, bungakol, kangkung dan bunga-bungaan.

“Dengan memanfaatkan lahan praktek kita berharap siswa sebagai generasi muda dapat dibina untuk pelopor pembangunan pertanian,” sebutnya. (Cut Nauval d)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER