BerandaBeritaSerangan Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, 1 Tewas 60 Terluka

Serangan Drone Iran Hantam Bandara Kuwait, 1 Tewas 60 Terluka

Kuwait City (Waspada Aceh) – Sebuah serangan yang diduga dilakukan menggunakan drone asal Iran menghantam Bandara Internasional Kuwait pada Rabu pagi (3/6/2026), menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 60 lainnya, menurut pernyataan resmi otoritas setempat.

Insiden yang terekam jelas oleh kamera pengawas ini juga menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas utama bandara, sehingga seluruh operasi penerbangan harus ditangguhkan sementara.

Rekaman pengawasan yang baru dirilis oleh Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait, pada Kamis (4/6/2026), memperlihatkan secara jelas momen drone tersebut menabrak area Terminal 1 bandara.

Hasil evaluasi awal menunjukkan kerusakan yang cukup signifikan terjadi pada struktur gedung terminal penumpang, serta berbagai fasilitas penunjang operasional bandara.

Selain itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait juga menyatakan bahwa sejumlah misi diplomatik yang berada di sekitar area bandara turut mengalami kerusakan akibat dampak serangan tersebut.

Menanggapi kejadian ini, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kuwait dengan tegas menyebut serangan itu sebagai “tindakan agresi kriminal yang dilakukan oleh Iran”.

Pemerintah Kuwait telah merilis rekaman bukti yang memperlihatkan drone yang menyerang berasal dari wilayah Iran, sebagai bagian dari upaya mengungkap fakta kejadian kepada publik dan dunia internasional.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara terbuka mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataannya, pihak Iran menyatakan aksi ini merupakan bentuk balasan atas serangan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap kapal tanker minyak milik Iran serta sasaran di Pulau Qeshm beberapa waktu sebelumnya.

Iran juga menegaskan bahwa target utama dalam serangan ini adalah pangkalan milik Amerika Serikat yang berada di kawasan Teluk Persia.

Akibat dampak serangan yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur tersebut, manajemen bandara secara resmi mengumumkan penangguhan seluruh kegiatan penerbangan baik keberangkatan maupun kedatangan hingga waktu yang belum ditentukan.

Tim penyelidikan gabungan dari kepolisian, militer, dan otoritas penerbangan sipil saat ini terus melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengumpulkan bukti lengkap dan menilai kerusakan secara rinci, sekaligus mempersiapkan langkah pemulihan agar operasional bandara dapat kembali berjalan normal secepatnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER