Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaSeniman Aceh Merajut Eksotisme Peradaban Aceh

Seniman Aceh Merajut Eksotisme Peradaban Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Seniman Aceh menghadirkan delapan belas karya seni rupa pada pameran Merajut Eksotisme Peradaban Aceh pada 26 -28 Agustus 2023 di Galeri Seni Rupa Trimatra, Jalan Singgahmata, Gampong Sukaramai, Blower, Banda Aceh.

Karya-karya seni yang dipamerkan tidak hanya berdimensi dua, melainkan juga tiga. Koleksi seni yang dipamerkan mencakup lukisan, sketsa, patung, monument, dan kriya.

Beberapa di antaranya adalah hasil karya dari seniman terkenal seperti Zul MS, Restu Wardhana sebagai pematung, Rusli Djuned dan Teuku Shabir sebagai pelukis, serta Saniman Andi Kafri sebagai perajin.

Seorang pelaku Seni Rupa, Zul MS, mengatakan bahwa pameran ini merupakan wujud dari kerinduan para seniman rupa di Banda Aceh. Melalui pameran ini, mereka berusaha untuk menghadirkan inovasi dan membuktikan bahwa dunia seni terus berkembang.

“Kondisi seni rupa saat ini agak mengkhawatirkan bagi para seniman, karena keterbatasan ruang berekspresi untuk menampilkan karya seni. Apa yang kami lakukan saat ini bisa menjadi role model oleh rekan-rekan seniman lainnya,” tuturnya, Sabtu (26/8/2023).

Dia berharap agar para seniman dapat terus berkarya di Aceh. Dia juga berharap agar pihak terkait dapat memberikan perhatian dan dukungan sehingga seniman untuk dapat berkontribusi di Aceh.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Provinsi Aceh, Piet Rusdi, mengatakan pameran ini merupakan momen penting menunjukkan bahwa Aceh memiliki potensi untuk menggelar aktivitas seni dan menjadi pusat peradaban Islam.

“Sebagai Balai Pelestarian Kebudayaan, kami selalu memberikan ruang dan fasilitas. Kami bekerja sama dengan dinas pariwisata di berbagai kota dan kabupaten untuk memastikan bahwa semua pelaku budaya ini dapat berkontribusi dalam perkembangan budaya Aceh,” ungkapnya.

Dia juga pihaknya akan berkoordinasi untuk merumuskan metode yang lebih baik ke depannya. Tujuannya adalah agar kegiatan seni tidak hanya menjadi acara sekali-sekali, melainkan juga menjadi inovasi yang berkelanjutan, mampu memberikan manfaat dari generasi sekarang hingga generasi mendatang. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER