Seekor Penyu Belimbing Mati di Pantai Aceh Jaya

    BERBAGI

    Calang (Waspada Aceh) – Seekor penyu belimbing (Dermochelys Coriacea) ditemukan mati di Pantai Pasie Luah Calang, Desa Dayah Baroe, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, diduga akibat terperangkap jaring nelayan, Rabu (24/3/2021).

    Ketua Konservasi Penyu Aroen Meubanja, Murniadi alias Dedi Penyu kepada Waspadaaceh.com, Rabu malam (24/3/2021),  mengungkapkan, bangkai penyu belimbing tersebut berukurang panjang 2,20 meter dan lebar 1,30 meter.

    “Berat penyu itu diperkirakan mencapai 100 kilogram lebih. Untuk sebab kematiannya, kami menduga akibat terjerat jaring nelayan,” ujar Dedi Penyu di Calang.

    Dedi menerangkan sebelumnya bangkai penyu tersebut sudah dikubur oleh warga setempat. Pihaknya membongkar kembali hanya untuk pengambilan sampel penyu belimbing tersebut untuk dikirim ke laboratorium sebagai bahan pemeriksaan lebih lanjut.

    “Siap itu, kita kubur kembali di tempat semula agar tidak menimbulkan gangguan bagi warga di seputaran Pasie Luah,” lanjutnya.

    Dedi penyu berharap kepada nelayan, kedapannya bila ada penyu yang terjerat jaring agar melepaskan sehingga binatang laka tersebut dapat kembali bebas dan berenang ke laut lepas.

    “Penyu jenis belimbing sudah tergolong lebih langka keberadaannya ketimbang penyu jenis lekang. Bila tidak diselamatkan, maka akan semaki. punah,” ujarnya.

    Dia mengungkapkan sejak Agustus 2020 sampai Maret tahun 2021sudah 7 penyu ditemukan mati. “6 penyu jenis lekang dan sekarang ditemukan 1 penyu jenis belimbing mati. Rata-rata penyebabnya terjerat jaring nelayan,” bebernya

    Dia menambahkan di perairan laut Indonesia terdapat 6 dari 7 jenis penyu dan di perairan laut Aceh Jaya terdapat 4 jenis penyu.

    “Penyu jenis lekang, jenis belimbing, jenis sisik dan penyu hijau,” terangnya.

    Dia berharap partisipasi masyarakat luas untuk ikut serta menjaga penyu agar kehidupannya dapat berlangsung dengan baik di wilayah pesisir Aceh Jaya.

    “Penyu adalah jenis binatang langka dan dilindungi. Jika bukan kita yang menjaga lalu siapa lagi. Oleh karena itu, kami berharap agar binatang ini untuk sama – sama kita jaga,” pungkasnya. (Zammil)