Sabtu, Juli 20, 2024
Google search engine
BerandaTulisan FeatureReplika Pesawat Dakota RI-001 Semakin Kinclong

Replika Pesawat Dakota RI-001 Semakin Kinclong

BANDA ACEH (Waspada Aceh) – Wajah baru replika pesawat Dakota RI-001 Seulawah, yang terletak di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, dibuka selubungnya. Tampak warnanya kini makin kinclong dan mengkilat.

Direktur Utama Garuda Maintenence Facility Aero Asia Tbk (GMF) Iwan Joeniarto, saat meresmikan wajah baru replika pesawat Indonesia pertama ini di Blang Padang, Banda Aceh, Selasa (1/5/2018), mengatakan, proses perbaikan replika pesawat dilakukan GMF membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

Bagian-bagian yang ikut dipermak di antaranya kaca, pintu, jendela, sayap, dan ekor pesawat. Selain itu, seluruh badan pesawat dicat ulang dengan warna biru di bawah dan atasnya putih.

“Kita bikin seperti asli. Semuanya seperti asli. Alhamdulillah hasilnya seperti ini,” kata Iwan kepada wartawan.

Replika pesawat dengan panjang badan 19,66 meter dan rentang sayap 28,96 meter ditaruh di atas ketinggian sekitar tiga meter. Menurut Iwan, keberadaan pesawat ini menjadi monumen bangsa yang harus dilestarikan. Pasalnya, ‘burung besi’ Dakota tersebut menjadi cikal bakal penerbangan sipil di Indonesia.

“Salah satu yang mendasari kita, kita tahu pesawat pertama Republik Indonesia adalah sumbangan masyarakat Aceh. Dan saya kira ini monumen bangsa yang harus dilestarikan. Semua rakyat Indoensia juga tahu bahwa untuk penerbangan sipil dimulai dari Aceh,” jelas Iwan.

Sebelum dipugar, kondisi replika pesawat Dakota RI-001 Seulawah ini sangat memprihatinkan. Warnanya sudah mulai pudar. Pintu depan sebelah kiri hilang dan kaca banyak yang pecah. Sekilas, burung besi Indonesia pertama ini seperti tidak terawat.

Badan pesawat yang ditaruh di atas ketinggian sekitar tiga meter ini menjadi salah satu objek wisata di kawasan Blang Padang. Lokasi ini selalu ramai oleh warga yang berolahraga pada sore hari. Di bawah pesawat, terpasang keramik yang bersih. Pemandangan ini memang kontras dengan kondisi pesawat.

Selain itu, di bawah pesawat ditaruh sebuah batu monumen yang bertuliskan sejarah singkat pesawat yang dibeli dari hasil patungan masyarakat Aceh Tersebut. Replika pesawat itu sendiri dibuat pada 29 Juli 1984.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman mengatakan, pemugaran pesawat itu untuk melestarikan sejarah tentang keberadaan pesawat pertama RI. Sehingga nilai sejarahnya tidak luntur dimakan zaman.

Kata dia, dengan wajah baru replika pesawat itu, diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berlibur ke Banda Aceh.(Cdr)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER