Jumat, April 4, 2025
spot_img
BerandaDisbudpar AcehRawat Persaudaraan dan Seni di Rantau, Hipemagas Gelar Saman Sehari Semalam

Rawat Persaudaraan dan Seni di Rantau, Hipemagas Gelar Saman Sehari Semalam

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Dalam merawat persaudaraan dan kesenian di negeri perantauan, Himpunan Pelajar Gayo Lues (Hipemagas) menggelar tarian saman sehari semalam di Kota Banda Aceh, Sabtu (26/3/2022).

Kegiatan yang sering dinamakan (bejamu saman sara lo sara ingi) antara Hipemagas dan Himpunan Mahasiswa Gayo Lues (Himagalus) dari Lhokseumawe berlangsung di Anjongan Kota Banda Aceh, yang turut dihadiri oleh Prof. Abu Bakar Karim, selaku orang Gayo yang dituakan di Banda Aceh serta tamu undangan dan ratusan penonton.

Berdasarkan pantauan, para tamu yang dari Lhokseumawe sampai ke Banda Aceh pada Sabtu (26/3/2022) yang disambut langsung oleh Hipemagas yang ada di Kota Banda Aceh.

Selanjutnya pada malam hari, kegiatan inti atau pengelaran saman sehari semalam dimulai. Di antara tamu dari Lhokseumawe dan tuan rumah secara bergantian menampilkan tari saman di depan tamu undangan.

Ketua Hipemagas, Fikri Ahyar mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Hipemagas. Namun, dalam 2 tahun kebelakang kegiatan ini sempat vakum akibat COVID-19.

Fikri menyebutkan, kegiatan ini bertujuan untuk merawat rasa persaudaraan di tanah perantauan. Selain itu, tutur Fikri, kegiatan itu juga untuk menumbuh kembangkan kesenian di kalangan mahasiswa.

Fikri berharap dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa yang ada di perantauan dapat menjaga kekompakan dan selalu merawat kesenian.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan, selain ajang silaturahmi antara mahasiswa, juga dengan orang tua kita yang ada di Banda. Setidaknya dengan kita buat acara seperti ini dapat mengobati rasa rindu kita kepada tanah kelahiran, kesenian, serta rasa rindu terhadap orangtua,” tuturnya.

Selain itu Fikri juga menginginkan, dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan feedback kepada Kabupaten Gayo Lues sendiri terkait pengembangan tari saman di tanah perantauan.

Sementara itu, Prof Abu Bakar Karim mendukung penuh kegiatan yang digelar oleh mahasiswi tersebut. Dia berharap setelah lebaran nanti, Hipemagas dapat melanjutkan ajang silaturahmi ini dengan Himpunan mahasiswa yang lain seperti dengan mahasiswa dari Universitas Gajah Putih Takengon.

“Jika ingin berseni maka bersenilah anak-anak ku dengan baik, jangan menyalahi aturan yang sudah ada. Kepada yang terlibat dalam kegiatan untuk selalu menjaga ketertiban, mengingat yang menggelar acara adalah anak muda,” sebutnya.

Di samping itu, hal yang paling penting, kata Prof Abu, adalah untuk sama-sama saling mengingatkan di perantauan. Serta dia tekankan kepada mahasiswa agar menjalankan tugas utama menjadi pelajar yang harus selesai secara tepat waktu. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER