Beranda Aceh Rakerwil DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya: Fokus Pemenangan dan Penguatan Ekonomi

Rakerwil DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya: Fokus Pemenangan dan Penguatan Ekonomi

BERBAGI
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman memberikan sambutan saat pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Aula Kantor DPW Partai Aceh kabupaten tersebut, Minggu (3/7/2022). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Aula Kantor DPW Partai Aceh Kabupaten tersebut, Minggu (3/7/2022).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bareh ta atoe, Perapat banja, peusahoe rakan, peusaboeh bangsa, rakyat that seunang, hate bahagia, puga nanggroe, Aceh Jaya” (Atur barisan, rapatkan saf, rangkul persahabatan, persatu bangsa, rakyat senang, hati bahagia, bangun negeri, Aceh Jaya). Acara ini turut dihadiri seluruh kader Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya, KPA Wilayah Meureuhom Daya, Kesbangpol Aceh Jaya, KIP Aceh Jaya, Panwaslih Aceh Jaya dan simpatisan Partai Aceh.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman mengungkapkan, rapat kerja pada tahun ini lebih fokus pada penguatan kader dan ekonomi untuk menunjang pemilu 2024.

“Hasil Rakerwil, Partai Aceh akan mengusung pejabat publik baik untuk caleg dan pasangan calon bupati dan wakil bupati. Namun, suksesi politik itu menjadi siklus lima tahun dan itu temporer atau sementara. Sehingga Partai Aceh juga fokus pada penguatan Kader dan membangun ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Azhar menambahkan, akhir dalam penepatan sampai menang juga belum tentu dapat melayani semua anggota masyarakat, maka dari itu setelah pemilihan tiga periode ini Partai Aceh juga melihat peluang lain.

Menurutnya, tidak semua kader akan mendapatkan tempat di posisi politik, maka perlu adanya kader partai yang harus sukses dalam bidang ekonomi.

“Meskipun sukses politik tapi ada sebagian tidak teratasi. Saya akan melakukan kajian, perlu pembinaan di bidang ekonomi. Intinya kedua itu saling membutuhkan untuk keberlangsungan Partai Aceh kedepannya,” ujar Azhar.

Azhar mengimbau kepada seluruh kader yang sebelumnya telah memilih partai lain untuk kembali bersama membangun dan mengembangkan Partai Aceh seperti dulu kala

“Hadirnya parlok dari sejak awal dengan latar belakang proses sejarah perjuangan konflik sampai mendapat resolusi politik. Hadirnya partai lokal ini adalah wadah kita, mari kita bangun kembali. Kalau ada yang kurang kita perbaiki barsama. Kita dulu dalam proses belajar sehingga belum tentu akan terakomodir semua, jadi dalam perjalanan kedepan kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi persoalan ini,” lanjutnya.

Namun, lanjutnya, kalau pun tidak berkenan dan masih ingin di partai lain, silakan coba di tempat lain. Tapi dia berpesan agar jangan saling mencaci maki atas kekurangan Partai Aceh, karena manusia mempunyai kapasitas terbatas.

“Kita masih terbuka bagi siapa saja yang mau bergabung dengan Partai Aceh. Jangan karena berbeda partai, kita pisah kawan. Kawan tetap kawan seperjuangan. Apa pun pilihan, silahkan. Tapi sudah kita lihat pengalaman yang dulu, kalau bukan dengan Partai Aceh, mereka tidak akan sukses, tentu dengan upaya yang kita lakukan secara bersama kedepannya,” tutup mantan Bupati Aceh Jaya dua periode itu. (Zammil)

BERBAGI