Sabtu, April 5, 2025
spot_img
BerandaPsikolog Aceh Ungkap Penyebab Bunuh Diri Berawal dari Depresi

Psikolog Aceh Ungkap Penyebab Bunuh Diri Berawal dari Depresi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Psikolog Klinis Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Yulia Direzkia, mengatakan banyak orang sampai melakukan bunuh diri akibat depresi.

Hal itu, disampaikan Yulia Direzkia, karena akhir-akhir ini maraknya kasus bunuh diri di Aceh, yang menimpa mahasiswa atau bahkan orang yang sudah bekerja.

Kata Yulia, depresi itu bisa berlangsung sejak kecil, atau biasanya terbentuk dari keluarga yang kurang harmonis. Sehingga depresi itu muncul bukan saat akan melakukan bunuh diri, tetapi banyak masalah yang sudah menumpuk sehingga mengakibatkan seseorang tidak bisa berpikir jernih yang pada akhirnya mengakhiri hidup.

Walaupun menurutnya, untuk mengetahui penyebab orang bunuh diri itu harus ditelaah secara individual. Karena orang yang melakukan bunuh diri ini bisa jadi karena adanya peluang, atau punya masalah yang tidak ada jalan keluar.

“Bunuh diri itu bertahap, biasanya mulai dari depresi berat. Sehingga dia tidak punya walk out (jalan keluar), semuanya mentok tidak punya cara untuk menyelesaikan masalah itu. Akhirnya yang terpilih adalah, untuk mengakhiri hidup,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Yulia, orang yang akan melakukan bunuh diri sudah ada tanda-tanda, misalnya ketika dia berbicara, bahwa dia tidak punya solusi terhadap masalahnya, sehingga dia mengungkapkan ingin bunuh diri. Namun, seringnya perkataan ini hanya dimaknai sebagai curhatan biasa.

Bahkan lanjut Yulia, sering kali temannya menjudge orang yang lemah Imam dan sebagainya. Padahal, jika dilihat banyak orang yang rajin shalat juga ada melakukan bunuh diri.

Menurutnya, orang yang bunuh diri akibat persoalan hidup yang baru menimpanya, hanya sebagai pemicu, namun dapat dipastikan orang tersebut sudah menumpuk masalahnya.

Bahkan kata Yulia, tidak sedikit pasien yang dia temui, orang normal, masih produktif, sekolah kerja dan sebagainya, tetapi mereka kadang-kadang juga punya ide atau keinginan untuk bunuh diri. Tetapi belum sampai pada titik melakukan bunuh diri.

Jadi menurutnya, depresi ini adalah sebuah penyakit yang dapat disembuhkan. Baik itu dengan obat antidepresan yang diberikan oleh psikeater atau juga berhadapan dengan psikolog guna mencari akar dari depresi atau bisa disebut psikoterapi.

Karena itu, dia mengimbau ketika mengalami gangguan mental atau mengarah ke depresi, segera datang ke tempat profesional jangan ke tempat yang salah, seperti dukun. Karena, kata dia, sesuatu itu harus diserahkan kepada ahlinya.

Dalam satu bulan ke belakang, memang banyak terjadi kasus bunuh diri atau percobaan bunuh diri di Aceh. Pada 19 Agustus jagat maya dihebohkan dengan berita seorang wanita asal Takengon yang meloncat dari KMP Aceh Hebat 2 tujuan Banda Aceh -Sabang. Kemudian, pada 30 Agustus seorang anak muda ditemukan gantung diri pada sebuah rumah di Kabupaten Gayo Lues.

Selanjutnya, pada 31 Agustus, seorang mahasiswi USK ditemukan tewas gantung diri di sebuah kamar kos di Darussalam, Banda Aceh. Tidak berselang lama, seorang atlet di Aceh, meninggal dunia diduga minum racun.

Baru-baru ini, pria berumur 20 tahun asal Bener Meriah, juga ditemukan tewas tergantung di pohon petai di kebun kopi. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER