Senin, Juni 24, 2024
Google search engine
BerandaAcehProyek Saluran Irigasi Gunung Pudung Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Proyek Saluran Irigasi Gunung Pudung Diduga Dikerjakan Asal Jadi

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Proyek pembangunan badan jalan dan saluran irigasi Gunung Pudung atau BGP 8 yang terletak di Dusun Rimeh, Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan, yang menelan anggran APBA Rp3,1 miliar tahun 2019 tersebut diduga dikerjakan asal jadi.

Demikian disampaikan salah seorang masyarakat Krueng Batu, Mauzan, didampingi Ketua Kelompok Tani Pandang Makmu, Jamaluddin, Ketua Kelompok Tani Nasah Apeh, Kelompok Tani Gunung Punyi Sukarni, kepada Waspadaceh.com, Rabu (26/2/2020) di Krueng Batu.

Pasalnya, fisik badan jalan yang baru ditimbun dan jaringan saluran irigasi yang berlokasi di Dusun Rimeh tersebut, dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan spesifikasi atau perencanaan teknis yang telah dibuat.

“Pekerjaan jalan irigasi bukan menguntungkan petani malah merugikan selaku petani,” kata Mauzan yang juga petani setempat.

Dia menjelaskan, pekerjaan jalan irigasi dari Dinas Pengairan Aceh, sesuai draf ketebalan timbunan badan jalan seharusnya 30 Cm. Faktanya dalam pelaksanaan terkesan hanya sekedar menabur pasir di proyek jalan yang baru dikerjakan itu.

“Coba lihat ketebalan timbunan, mana sampai 30 Cm,” timpal petani lainnya.

Jaringan saluran irigasi yang semestinya berfungsi mengaliri air ke sawah warga malah mengalir ke badan jalan akibat tinggi jaringan saluran irigasi tidak sesuai spek.

“Air ini bukan masuk ke sawah warga, namun melimpah ke badan jalan. Jadi buat apa dibangun jaringan saluran irigasi jika tidak bisa mengairi air ke sawah masyarakat,” ujarnya lagi.

Selain itu, beberapa titik bahu jembatan pada proyek tersebut juga mulai keliatan retak akibat kawat yang digunakan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi.

Mauzan, bersama puluhan petani lain meminta, pihak rekanan bertangungjawab terhadap pekerjaan proyek yang dinilai tidak sesuai spesifikasi tersebut.

“Kami meminta pelaksana proyek ini untuk memenuhi spesifikasi. Jika tidak kami akan melaporkan persoalan ini ke pihak berwajib,” tegasnya.

Pengamatan Waspadaaceh.com, proyek yang disebut-sebut bernilai Rp3,1 miliar ini kondisi perkerjaannya terkesan asal-asalan. Sebab saluran irigasi yang semestinya mengairi air ke sawah warga malah mengalir ke badan jalan.

Menyikapi persoalan tersebut, Sekretaris Desa (Sekdes) Krueng Batu, Ismail Ismed, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya komplain masyarakat mengenai jalan irigasi tersebut.

“Ya benar masyarakat komplain, cuma kita berharap rekanan segera memperbaiki kembali kekurangan dari proyek itu,” pintanya.

Sementara, Abddulah, yang disebu-tsebut sebagai pelaksana proyek saat dikonfirmasi engan memberi komentar. “Ya, tidak usah saya tanggapi saja,” jawabnya. (Faisal)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER