Beranda Profil Prof Marwan, Merajut Cita-cita Jadikan USK Unggul dan Word Class University

Prof Marwan, Merajut Cita-cita Jadikan USK Unggul dan Word Class University

BERBAGI
Prof Marwan yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor I, terpilih sebagai Rektor USK yang baru. (Foto/Cut Nauval D)

“Pendidikan sebagai harapan untuk Aceh maju, semoga USK bisa memiliki daya saing untuk berkiprah di nasional maupun internasional”
— Prof. Dr. Ir. Marwan—

Universitas Syiah Kuala (USK) memilih rektor baru, seorang profesor yang akan menakhodai kampus Jantong Hate Rakyat Aceh itu selama satu periode atau kurang lebih empat tahun.

Dialah Prof Marwan yang kini menjabat sebagai Wakil Rektor I, yang baru-baru ini terpilih sebagai Rektor USK. Akademisi kelahiran Bireuen ini memperoleh suara terbanyak dari tiga kandidat. Pada Senin (24/1/2022) di Gedung AAC Prof Dayan Dawood, Prof Dr Marwan terpilih sebagai rektor ke-11 di universitas negeri tertua di Aceh ini. USK kini sudah berusia 60 tahun.

Menjelang akhir bulan depan, Prof Marwan akan resmi dilantik oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) menjadi Rektor USK menggantikan Prof Dr Ir Samsul Rizal yang berakhir masa jabatannya pada 27 Februari 2022.

Guru Besar Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala ini mengatakan, USK sebagai Perguruan Tinggi Jantong Hatee Rakyat Aceh, sangat berperan sebagai agen pembangunan (agent of development) dalam mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya guna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada tahun 2021 merupakan era baru status Universitas Syiah Kuala menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum yang dikenal dengan sebutan PTN BH. Menurut Prof. Marwan, memasuki era ini, tentunya ada capaian-capaian yang diharapkan.

Pihaknya terus mempersiapkan rencana strategis meningkatkan mutu USK yang diadaptasi dengan tuntutan kebutuhan sebagai PTN BH. Sehingga USK ke depan diarahkan untuk penguatan mutu/kualitas pendidikan dan pelayanan. Melakukan kerja sama, dan mengawal USK menjadi universitas unggul di Indonesia, serta berwawasan internasional menuju world class university.

World class university merupakan sebuah gelar yang disandang oleh sebuah kampus setelah berhasil membuktikan diri mampu memenuhi syarat-syarat yang diperlukan agar dapat disebut sebagai kampus berwawasan insternasional.

Menurut Prof Marwan, sejauh ini USK sudah menjadi lebih baik, namun masih ada beberapa aspek yang perlu dimaksimalkan. Terutama penguatan pada aspek penelitian dan pengabdian masyarakat, kata Prof Marwan dalam wawancara khusus dengan Waspadaaceh.com, Rabu (26/1/2022).

“Sumber Daya Manusia menjadi kunci, mahasiswa yang berkualitas, dosen yang berkualitas, fasilitas, proses belajar mengajar yang memadai. Jumlah publikasi karya ilmiah pada jurnal internasional yang bereputasi, juga benar-benar berkualitas dalam ber-tri darma perguruan tinggi. Contohnya dalam hal pendidikan, karya penelitian, produktivitas keilmuan, dan pengabdian.”

Prof Marwan menyebutkan, sesuai dengan visi USK yaitu menjadi universitas yang inovatif, mandiri dan terkemuka di Asia Tenggara dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu semangat inovasi adalah kunci keberhasilan suatu bangsa menuju kemandirian.

Universitas Syiah Kuala, kata dia, terus bertekad menyalakan semangat inovasi sekalipun masih dalam kondisi pandemi COVID-19. Menurutnya, pandemi ini bukan lagi menjadi suatu penghalang lagi dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang cerdas dan terampil. Saat ini, katanya, proses perkuliahan sudah dilakukan secara tatap muka (Luring) namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Pendidikan sebagai harapan untuk Aceh maju, semoga USK bisa memiliki daya saing, baik nasional maupun internasional. Merajut cita-cita menjadi perguruan tinggi yang unggul, Word Class University, dapat melahirkan intelektual yang bermanfaat untuk membangun Aceh lebih baik. Menjadi intelektual yang dapat menciptakan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Prof Marwan merupakan anak dari Razali, SH dan Djauharah. Dia lahir di Bireuen, 24 Desember 1966. Saat ini dia juga menjadi pengajar tetap di Fakultas Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala sejak tahun 1992. Dia meraih gelar Sarjana Teknik Kimia dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya pada tahun 1990. Kemudian, mendapat beasiswa hingga berhasil meraih gelar PhD dari School of Chemical Engineering, University of Birmingham, Inggris pada tahun 1998.

Dia juga pernah mendapat penghargaan sebagai peneliti terbaik peringkat tiga tingkat universitas tahun 2009. Peneliti terbaik peringkat lima tingkat universitas tahun 2004, dosen berprestasi peringkat 10 tingkat nasional tahun 2005, dosen berprestasi peringkat satu tingkat universitas tahun 2005. Australian Leadership awards (Scholarship) tahun 2008, serta meraih Satya Lencana Satya Karya 10 tahun, tahun 2011.

Prof Marwan pernah menjabat Dekan Fakultas Teknik USK periode tahun 2009-2013. Di tingkat nasional, Prof Marwan pernah menjadi Anggota Majelis Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi pada tahun 2006-2012.

Dia pernah menjadi Ketua Komisi Pendidikan Tinggi Majelis Pendidikan Daerah Aceh pada 2012-2017. Pernah menjadi dan juga Kepala Kantor Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Universitas Syiah Kuala (2016-2018). (Cut Nauval d)

BERBAGI