Kamis, April 18, 2024
Google search engine
BerandaPlt Gubernur Manfaatkan KTT Asean Bangkok untuk Paparkan Program Aceh

Plt Gubernur Manfaatkan KTT Asean Bangkok untuk Paparkan Program Aceh

Memanfaatkan kesempatan langka di forum internasional setingkat Asean, untuk memperkenalkan Aceh, tentu selayaknya mendapatkan apresiasi dari seluruh komponen masyarakat di Provinsi Aceh.

Itu yang dilakukan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di setiap kesempatan, selalu memanfaatkan moment penting untuk memperkenalkan potensi Aceh kepada dunia.

Misalnya pada 22 – 23 Juni 2019 di Bangkok, Plt Gubernur Aceh, memanfaatkan waktunya untuk mengusulkan beberapa program, saat dia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean ke-34 dan KTT IMT GT di Hotel Athenee Luxury, Bangkok, Thailand.

Nova Iriansyah mengungkapkan, KTT Asean ke-34 dan KTT IMT GT ke-12 tersebut mengusung tema, “Memajukan Kemitraan untuk Keberlanjutan.”

“Tema itu diangkat dengan tujuan meningkatkan sinergi antara visi masyarakat Asean 2025 dengan agenda pembangunan berkelanjutan 2030 di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Aulia Sofyan, yang ikut dalam misi Plt Gubernur Aceh tersebut.

Selain menghadiri KTT Asean, Plt Gubernur Aceh juga menghadiri KTT ke-12 Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Summit.

Juga menghadiri pertemuan Brunei-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) Summit yang ke-13 yang dipimpin Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi), bersama beberapa gubernur dari daerah lainnya.

“Pada KTT tersebut, Plt Gubernur Aceh mengusulkan beberapa program di antaranya meningkatkan konektivitas udara dari Sabang-Phuket-Krabi-Langkawi, meningkatkan konektivitas maritim, pengembangan wisata, program wisata halal, zona ekonomi khusus, program penghijauan kota dan terakhir adalah melakukan riset oleh Universitar Syiah Kuala (Unsyiah),” jelas Aulia Sofyan.

Menurut Aulia Sofyan, program-program tersebut telah disepakati oleh ketiga negara dalam sebuah perjanjian yang menetapkan 5 (lima) bandara di Indonesia yang akan menjadi pintu masuk langsung dalam kerja sama IMT-GT.

Bandara tersebut antara lain, Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh Besar), Bandara Kualanamu (Medan), Bandara Minangkabau (Padang), Bandara Silangit (Tapanuli Utara) dan Tanjung Pandan (Bangka-Belitung).

“Pada 9 November 2018, Menteri Transportasi Indonesia, Malaysia dan Thailand, menandatangani MoU tentang Revisi & Ekspansi Konektivitas Udara IMT-GT di Bangkok. Kegiatan ini bersamaan dengan Pertemuan Menteri Transportasi Asean ke-24,” lanjut Aulia Sofyan.

Plt Gubernur Nova Iriansyah, kata Aulia Sofyan, menjelaskan, kegiatan tersebut sudah lama diusulkan oleh Pemerintah Aceh dan sudah disetujui oleh ketiga kepala negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk kemudian dilaksanakan.

“KTT ini sendiri adalah bentuk keseriusan ketiga kepala pemerintahan untuk mewujudkan kerjasama ini bersama-sama,” jelasnya.

Plt Gubernur Aceh terlihat didampingi Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Aceh, Makmur Budiman, Direktur Utama Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA), Zubir Sahim dan Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS), Razuardi Ibrahim. (Adv)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER