Kamis, Juli 25, 2024
Google search engine
BerandaKabar TaniPerluas Pasar, SMK Pembangunan Pertanian Kutacane Olah Ubi Jadi Tepung Tapioka

Perluas Pasar, SMK Pembangunan Pertanian Kutacane Olah Ubi Jadi Tepung Tapioka

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Kutacane, Aceh Tenggara, mengolah ubi kayu dan ubi jalar menjadi tepung tapioka.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMK PP Kutacane Muhammad kepada waspadaaceh.com, Jumat (14/10/2022) mengatakan, Aceh Tenggara sangat potensial ditanami umbi-umbian, antara lain ubi kayu dan ubi jalar.

“Jadi untuk memperluas pasar, SMK PP mengolah ubi kayu dan ubi jalar menjadi tepung. Awalnya SMK PP dibimbing oleh CV Megah Tani. Pengolahan produk ini sudah berjalan sejak 6 bulan yang lalu,” sebut Muhammad.

Produk tepung tersebut mulai dipasarkan lewat online maupun offline. Saat ini produk tepung ubi atau tepung tapioka (kanji) pernah ditampilkan di ajang Pasar Tani. Juga telah dipasarkan untuk wilayah Kutacane, Banda Aceh, Medan bahkan sampai ke Bogor.

Setelah diolah menjadi tepung, lanjut Muhammad, tentunya memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan barang mentah ubi kayu.

Tepung tapioka produksi Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK PP) Kutacane, Aceh Tenggara yang sudah dikemas. (Foto/Ist)

“Setelah diolah menjadi tepung, harganya mencapai 35 ribu hingga 40 ribu rupiah perkilogram,” jelasnya.

Walau permintaan konsumen semakin banyak, dia mengakui saat ini belum bisa memproduksi dalam volume besar, karena masih mengurus perizinan. “Saat ini sedang proses pengurusan label halal,” tuturnya.

Dalam hal pengolahan ubi kayu menjadi tepung, SMK PP memperoleh bantuan dari Kementerian Pertanian RI berupa alat pengiling tepung. Selain itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh juga ikut mendukung SMK PP Kutacane, lewat infrastruktur, seperti program rehab enam lokal. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER