Perilaku Prokes Stagnan, Aceh Sumbang Lagi 231 Kasus COVID-19, 10 Orang Meninggal

    BERBAGI
    ILUSTRASI

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Perilaku protokol kesehatan (Prokes) relatif tidak berkembang alias stagnan dalam sepekan terakhir. Stagnasi itu tampak dari monitoring perubahan perilaku Protkes olah Satgas Penanganan COVID-19 Nasional dalam sepekan terakhir. Sementara itu, kasus baru COVID-19 bertambah 231 orang, 40 orang sembuh, dan 10 orang meninggal dunia di Aceh.

    “Stagnasi Prokes tak hanya di Aceh, melainkan juga terlihat dari nilai rerata nasional,” tutur Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Kamis (29/7/2021).

    Ia mengungkapkan, angka proporsi hasil monitoring kepatuhan Prokes periode 12 – 18 Juli 2021 relatif sama dengan tingkat kepatuhan Prokes sepekan terakhir di tanah air, periode 19 – 25 Juli 2021.

    Pada minggu lalu, rerata kepatuhan memakai masker nasional sekitar 90,97 persen dan pekan ini 90,10 persen dari jumlah masyarakat yang dimonitor. Sedangkan kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan pekan lalu sekitar 88,83 persen, dan pekan ini 88,81 persen. Meski tidak signifikan, nilai proporsinya justru tampak turun secara nasional.

    Sementara tingkat kepatuhan memakai masker di Aceh minggu lalu sekitar 88,91 persen, dan sepekan terakhir sekitar 88,92 persen. Sedangkan kepatuhan menjaga jarak minggu lalu sekitar 91,14 persen, kini menjadi 91, 36 persen dari jumlah yang dimonitor. Nilai proporsinya tampak meningkat di Aceh meski juga tidak signifikan, ujar pria yang akrab disapa SAG itu.

    Selanjutnya ia mengatakan, sejatinya Prokes makin ditingkatkan di Aceh karena kasus-kasus konfirmasi baru trennya meningkat dalam beberapa hari terakhir. Setiap satu kasus baru yang terdeteksi positif COVID-19 ada kemungkinan ada tiga atau empat orang lainnya sudah terinfeksi virus corona di tengah-tengah masyarakat.

    Mereka yang telah terinfeksi itu merupakan pembawa virus corona (carrier) yang siap menularkannya kepada siapa pun di dekatnya. Apabila sama-sama tidak memakai masker dan tidak berjarak, risiko penularan dari carrier kepada calon penderita baru mencapai 100%. Fenomena interaksi sosial resiko tinggi inilah yang membuat COVID-19 tak kunjung reda.

    “Karena itu kita terus mengimbau hindarilah risiko tertular virus penyakit COVID-19 itu, jaga keselamatan diri dan nyawa keluarga dengan selalu disiplin Prokes di tengah-tengah pandemi saat ini,” ajak SAG. (Ria)

    BERBAGI