BerandaAcehPemulihan Sawah di Aceh Berjalan Bertahap, Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Pemulihan Sawah di Aceh Berjalan Bertahap, Ketahanan Pangan Jadi Prioritas

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemulihan persawahan yang terdampak bencana menjadi fokus utama Satuan Tugas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgasnas PRR) Pascabencana Sumatera, di bawah pimpinan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.

Langkah ini bukan sekadar perbaikan fisik semata, melainkan upaya strategis untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus mengembalikan sumber penghidupan ribuan keluarga petani.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran Jamaluddin, menyatakan pada Rabu (6/5/2026) bahwa upaya pemulihan terus didorong agar masyarakat kembali memiliki akses terhadap lahan produktif.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan dan transfer ke daerah bagi tiga provinsi terdampak, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan total sasaran pemulihan seluas 42.702 hektare dan dukungan anggaran mencapai Rp337,97 miliar. Aceh menampung porsi terbesar, yakni 31.464 hektare dengan alokasi dana Rp221,55 miliar.

Berdasarkan data per 14 Oktober 2026, dari total luas terdampak 57.171 hektare di 19 kabupaten/kota Aceh, sebanyak 28.211 hektare telah masuk kontrak perbaikan. Sebanyak 11.777 hektare sudah diolah, dan 6.774 hektare mulai ditanami.

Sementara di Aceh Utara, yang menanggung beban kerusakan terberat dengan total 18.317 hektare, realisasi konstruksi mencapai 4.765 hektare atau sekitar 40 persen dari target 11.782 hektare. Lahan yang telah ditanami baru mencapai 3.191 hektare, setara 27 persen.

Angka-angka ini memperlihatkan bahwa pemulihan berjalan bertahap. Mulai dari pembersihan endapan lumpur, perbaikan saluran irigasi, pembentukan pematang, hingga pengolahan tanah dan penanaman kembali.

Mendagri, Tito Karnavian sebelumnya menegaskan, lahan-lahan ini akan direvitalisasi melalui program optimalisasi lahan. “Sawah itu akan dibersihkan lagi lumpurnya,” ujarnya.

Meskipun proses belum tuntas, petani mulai perlahan kembali ke ladang. Setiap hektare yang kembali ditanami adalah harapan yang tumbuh, bukan hanya bagi keluarga petani, tetapi bagi ketahanan pangan Aceh secara keseluruhan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER