Minggu, Mei 26, 2024
Google search engine
BerandaPemerintah Tolak Partai Demokrat Kubu Moeldoko, AHY Bersyukur

Pemerintah Tolak Partai Demokrat Kubu Moeldoko, AHY Bersyukur

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengucapkan rasa syukur atas keputusan pemerintah terkait penolakan permohonan Partai Demokrat kubu Moeldoko atau versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara.

Dalam pidatonya Rabu hari ini (31/3/2021), AHY menyampaikan sikapnya atas keputusan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), yang menyatakan permohonan pihak KLB Deli Serdang yang diwakili Jendral TNI (Purn) Moeldoko dan drh. Jhoni Allen Marbun, ditolak.

Alasanya ditolaknya karena gagal melengkapi berkas administrasi yang dipersyaratkan sesuai dengan batas waktu yang telah diberikan. Salah satunya adalah tidak menyertakan surat mandat dari para Ketua DPD dan DPC sebagai pemilik suara yang sah kepada para peserta KLB yang hadir.

“Atas pernyataan itu, dengan kerendahan hati, kami menerima keputusan tersebut. Kami bersyukur bahwa keputusan pemerintah ini adalah kabar baik, bukan hanya untuk Partai Demokrat, tetapi juga bagi kehidupan demokrasi di tanah air. Alhamdulillah dalam kasus ini hukum telah ditegakkan dengan sebenar-benarnya dan seadil-adilnya,” kata AHY yang disambut tepuk tangan para kader Partai Demokrat yang hadir.

AHY menyatakan ucapan terima kasih dan penghargaan setingi-tinginya kepada Presiden Indonesia dan kepada Menteri Hukum dan HAM dan kepada kepada jajaran Komisioner KPU, serta seluruh jajaran pemerintah lainnya.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepadanya. Juga kepada DPP Demokrat, DPD, DPC, DPAC sampai ketingkat ranting.

AHY mengatakan untuk memperjuangakan demokrasi tidak mudah, memerlukan kerja keras dan bahkan air mata.

“Untuk itu sesulit apapun mari kita terus memperjuangkan kehidupan demokrasi yang sehat beradab di negeri ini,” ujarnya.

AHY mengajak para kader Demokrat untuk melanjutkan perjuangan kembali, dan mengajak kader untuk menjadikan KLB ilegal itu sebagai pelajaran untuk bisa semakin besar. (Kia Rukiah)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER