Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaInforial Pemerintah AcehPemerintah Aceh Tetapkan 2 Lokasi Pengembangan Sapi Aceh

Pemerintah Aceh Tetapkan 2 Lokasi Pengembangan Sapi Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh menunjuk dua pulau sebagai lokasi pengembangan sapi Aceh, yaitu Pulau Aceh di Kabupaten Aceh Besar dan Pulau Raya di Kabupaten Aceh Jaya.

Tujuannya adalah untuk melestarikan dan meningkatkan populasi sapi asli Aceh yang memiliki kualitas daging lebih baik dari sapi biasa.

Sapi Aceh merupakan spesies sapi yang berbeda dengan sapi lainnya di Indonesia. Hal ini telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pertanian Nomor 2907/kpts/01.140/6/2011, tentang Rumpun Sapi Aceh. Sapi Aceh merupakan hasil persilangan antara bos indicus, sejenis sapi India, dengan banteng. Hasil persilangan ini dilakukan di masa Kesultanan Iskandar Muda.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Mawardi mengatakan, penetapan dua lokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan tersebut. Ia mengatakan, sapi Aceh memiliki daya tahan yang tinggi terhadap berbagai cuaca dan ancaman penyakit. Daging sapi Aceh juga lebih enak, lebih empuk dan lebih gurih. Tidak heran jika harga daging sapi Aceh lebih mahal dari daging sapi biasa.

“Sebagai tindak lanjut SK tersebut, Pemerintah mendorong agar pengembangan sapi Aceh terus ditingkatkan dan menetapkan dua lokasi pengembangan sapi Aceh, di Pulau Raya dan Pulau Aceh,” kata Mawardi saat membacakan sambutan Pj Gubernur Aceh pada Rapat Koordinasi Peningkatan dan Pemanfaatan Sapi Aceh serta inisiasi pembentukan Asosiasi Peternak Sapi Aceh, di Aula Hermes Palace Hotel, Selasa (24/10/2023).

Menurut data statistik tahun 2022, produksi daging sapi di Aceh berkisar 12.014 ton. Sebagian besar daging itu habis untuk konsumsi lokal. Sementara populasi sapi potong di Aceh berkisar 533.749 ekor.

Mawardi menambahkan, untuk mengembangkan populasi sapi Aceh, Pemerintah Aceh menjalankan strategi khusus seperti melakukan program inseminasi buatan, agar suatu saat nanti Aceh bisa menjadi sumber penyedia bibit untuk kebutuhan daerah lain.

Pemerintah Aceh juga melakukan pembinaan terhadap para peternak sapi Aceh. Para peternak sapi ini harus dirangkul dan disiapkan wadah khusus agar mereka bisa saling berbagi pengetahuan tentang sistem peternakan terbaik.

“Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan ini untuk membahas pengembangan dan pelestarian sapi Aceh. Saya optimis, pertemuan ini mampu menghasilkan rekomendasi untuk ditindaklanjuti bersama. Sehingga upaya pengembangan sapi Aceh dapat berlanjut secara intensif dan ketersediaan daging sapi Aceh tidak hanya untuk konsumsi lokal, namun juga bisa diekspor ke luar Aceh,” jelasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER