Minggu, April 21, 2024
Google search engine
BerandaPariwaraPemerintah Aceh Sediakan Fasilitas, Dukung PHBS di Aceh

Pemerintah Aceh Sediakan Fasilitas, Dukung PHBS di Aceh

“Dari pemerintah sendiri itu sudah banyak peran yang dilakukan, seperti penyediaan tong sampah di tempat-tempat tertentu, kemudian juga secara rutin mengampanyekan PHBS”

—Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh, dr. Sulasmi—

Dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.

Jika merujuk kepada pengertian, tentunya penerapan PHBS ini tidak cukup dengan kesadaran diri saja akan tetapi bagaimana cara agar PHBS ini bisa diterapkan di lingkungan sekitar.

Dalam penerapan PHBS tentunya juga harus melibatkan pemerintah untuk penyediaan fasilitas yang memadai.

Selama ini, Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung penerapan PHBS di Aceh. Ada pun fasilitas yang diberikan kepada masyarakat yaitu, penyediaan tong sampah dan tempat mencuci tangan.

Tak hanya itu, imbauan dan sosialisasi untuk hidup bersih dan sehat kerap dilaksanakan di tempat-tempat umum yang ada di Aceh.

“Dari pemerintah sendiri itu sudah banyak peran yang dilakukan, misalnya seperti penyediaan tong sampah di tempat-tempat tertentu. Kemudian pemerintah juga secara rutin mengkampanyekan PHBS melalui poster-poster di tempat-tempat umun, hingga program-program kesehatan dan banyak lagi,” jelas Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh yaitu dr. Sulasmi, belum lama ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Aceh yaitu dr. Sulasmi. (Foto/Ist)

Tersedianya fasilitas umum, kata Sulasmi tentu semakin memudahkan masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Aceh. Namun, kembali lagi kepada masyarakat mau atau tidaknya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Selain pemberian fasilitas, sejauh ini kata Sulasmi, Pemerintah Aceh melalui Dinkes Aceh telah berperan aktif dalam upaya mengkampanyekan PHBS di semua kalangan, baik itu di tingkat rumah tangga, sekolah, tempat kerja maupun di tempat umum.

Karena menurutnya, sosialisasi, menyediakan informasi dan pendidikan terkait PHBS ini juga menjadi tanggungan jawab Pemerintah Aceh.

“Nah, kita selama ini telah melakukan hal itu baik di media massa online, leaflet, sosial media, dan poster, untuk mengajak seluruh masyarakat menerapkan PHBS,” ujar Sulasmi.

Kendati demikian, dia juga menyadari bahwa untuk menerapkan PHBS di Aceh harus mengandeng semua pihak. Mulai dari rumah tangga hingga tempat kerja. Tak kalah penting, peran tokoh-tokoh masyarakat atau komunitas juga harus turut andil mengkampanyekan PHBS di Aceh.

Pemerintah Harus Hadir

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menyambut baik program penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Aceh. Tentunya untuk menerapkan PHBS, kata Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani, yang salah satunya membidangi kesehatan, harus ada dukungan dari Pemerintah Aceh.

Sejauh ini, kata Falevi, dukungan dari pemerintah Aceh terhadap PHBS sudah bagus, namun tentunya masih ada yang perlu diperbaiki.

Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani. (Foto/Ist)

Pertama kata Falevi kepada Waspadaaceh.com, Senin (18/12/2023), Pemerintah Aceh harus hadir dalam setiap instruksinya. Dalam artian, bagaimana menginstruksikan kepada aparatur gampong/desa yang ada di Aceh untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang PHBS sehingga masyarakat betul-betul menjalankan PHBS.

“Artinya, ada arahan dan kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota sehingga masyarakat melalui aparatur gampong betul-betul mengawal dan mendorong masyarakat kita untuk hidup sehat. Salah satunya dengan membiasakan jangan membuang sampah sembarangan, jangan membiarkan air tergenang,” jelasnya.

Kedua lanjut Falevi, pemerintah harus menggalakkan kembali jiwa gotong royong di masing-masing gampong. Karena gotong royong itu bisa menciptakan gampong yang bersih.

“Apakah gotong royong dalam dua minggu sekali, ini harus digalakkan kembali. Kita lihat ini sangat kurang dilakukan,” sebutnya.

Ketiga, pemerintah harus hadir terhadap jaminan air bersih. Selain itu juga, pemerintah harus bisa melayani masyarakat dengan fasilitas umum yang bersih dan nyaman, seperti fasilitas yang ada Bandara maupun meunasah.

“Ini yang harus dikejar oleh pemerintah, sehingga masyarakat terbiasa dengan pola hidup sehat, bersih dan nyaman,” jelasnya

Bagaimana cara menerapkan itu, lanjuf Falevi, tentunya pemerintah sudah punya mekanisme untuk menjalankan itu semua. (Adv)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER