Beranda Inforial Pemerintah Aceh Pemerintah Aceh Alokasikan 20 Persen dari APBN dan APBD untuk Pendidikan

Pemerintah Aceh Alokasikan 20 Persen dari APBN dan APBD untuk Pendidikan

BERBAGI
Gubernur Aceh Nova Iriansyah saat memberikan sambutan pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Senin (29/3/2021). (Foto/KIA Rukiah).

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh selalu memberi perhatian besar terhadap pembangunan di bidang pendidikan, salah satunya tercermin dari kewajiban mengalokasikan dana minimal 20 persen dari APBN serta dari APBD untuk pendidikan.

Data itu terungkap pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang bertema “Pencegahan pungli pada layanan pendidikan sekolah tingkat SMA, SMK, PKLK tahun 2021,” diselengarakan Dinas Pendidikan Aceh di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Senin (29/3/2021).

Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang hadir dalam FGD itu mengatakan, pendidikan adalah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa untuk mencapai kemandirian, kedaulatan dan martabat sebagaimana diamanahkan pada pasal 31 ayat 4 undang-undang Dasar 1945.

Pengalokasian dana 20 persen diperuntukkan untuk program dan kegiatan Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Majelis Pendidikan Aceh dan dialokasikan dalam bentuk beasiswa dan dana transfer melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA).

Komitmen ini juga dituangkan dalam visi dan misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui program unggulan “Aceh Carong.” Program unggulan ini bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas, mampu bersaing dan siap menghadapi dunia kerja serta mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, regional dan global melalui pendidikan berkualitas.

Nova juga mengatakan, upaya merealisasikan visi misi dan tujuan dimaksud harus didukung dengan pengelolaan layanan pendidikan yang transparan, kompeten, kredibel, taat hukum dan bebas pungli.

Selain itu, menurutnya, pendidikan memiliki dua tantangan nyata yang berimplikasi pada dunia pendidikan saat ini, pertama terjadinya COVID-19.

“Saat ini ada dua tantangan nyata dan sangat berimplikasi pada dunia pendidikan kita. Pertama pandemi COVID-19 yang menyebar begitu cepat dalam kurun waktu yang singkat, yang merubah berbagai kebiasaan masyarakat dan turut mempengaruhi aspek pendidikan,” ucapnya.

“Oleh karena itu kita dituntut juga untuk terus bisa beradaptasi dan berinovasi. Sebagai contoh kecil perubahan pola belajar-mengajar yang dulunya secara tatap muka kini dalam masa pandemi COVID-19, para pendidik dituntut untuk mengajar secara online,” tambahnya.

Kedua dunia kerja abad 21 menuntut penyesuaian pengelolaan sekolah secara global. Tentu saja hal itu membutuhkan sistem tata kelola sekolah yang efisien dan efektif di antaranya adalah pengelolaan keuangan, lanjut Gubernur Nova.

Nova mengimbau semua elemen untuk memainkan peran sesuai dengan kewenangan masing-masing agar kendala yang dihadapi terutama di sektor layanan pendidikan dapat diselesaikan satu persatu.

“Aceh juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cakap, religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi serta memiliki karakter ke-Aceh-an yang kental,” ujarnya. (Kia Rukiah)