Sabtu, Juli 20, 2024
Google search engine
BerandaOlahragaPejudo Aceh Didiskualifikasi karena Enggan Lepas Hijab

Pejudo Aceh Didiskualifikasi karena Enggan Lepas Hijab

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Seorang wanita asal Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh, Miftahul Jannah, judoka kelas 52 Kg, mendapat perlakuan diskriminatif, setelah dia didiskualifikasi di Asian Para Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, karena mengenakan jilbab (hijab).

Miftahul Jannah didiskualifikasi dari pertandingan yang seharusnya digelar pada pukul 10.00 WIB, Senin (8/10/2018), karena memegang teguh prinsip hidup dan keyakinan agamanya untuk tidak melepas jilbab.

Ahmad Bahar,  penanggung jawab pertandingan judo Indonesia di Asian Para Games 2018, mengatakan, itu adalah kali pertama Indonesia mengirimkan wakil di nomor cabang blind judo Asian Para Games. Untuk pertama kali juga aturan pelarangan atlet berkerudung digunakan di multi cabang olahraga empat tahunan tersebut.

Larangan atlet berkerudung di nomor cabang olahraga blind judo terdapat di aturan IBSA (International Blind Sport Federation) dan International Judo Federation (IJF).

“Permasalahannya itu karena aturan yang menyebut atlet tidak diperbolehkan menggunakan jilbab. Tapi atlet ini tidak mau melepas jilbabnya karena memang sudah prinsip, ya mau bagaimana lagi, itu juga sudah peraturan,” kata Bahar ketika dihubungi wartawan, Senin (8/10/2018), sebagaimana dikutip dari CNN Indoensia.

Didiskualifikasinya judoka asal Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh, tersebut, kini  mengundang reaksi dari masyarakat di Aceh, khususnya dari kabupaten Miftahul Jannah berasal.

Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, sebagaimana disiarkan KBA.ONE mengatakan, seharusnya juri menghargai sikap seorang atlet yang mempertahankan hak untuk tidak melepaskan hijab.

Meski demikian, ia memberikan apresiasi atas sikap Miftah atas keputusan yang diambil. Ia menerima keluarnya Miftahul Jannah dari arena dan memutuskan tidak ikut bertanding karena mempertahankan prinsipnya.

“Meski kecewa kita tetapi memberikan apresiasi sikap Ananda Miftah. Sikap yang diambil sudah sangat tepat, jangan hanya untuk mengejar prestasi lalu menghilangkan jati diri,” ujarnya. (ria)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER