BerandaAcehOlah Sampah Kelapa Jadi Solusi Iklim, SBA Raih PROPER Hijau 2025

Olah Sampah Kelapa Jadi Solusi Iklim, SBA Raih PROPER Hijau 2025

Aceh Besar (Waspada Aceh) – PT Solusi Bangun Andalas (SBA) berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia berkat inovasi pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui program Sakeladera (Sampah Kelapa untuk Desa Sejahtera).

Program yang dijalankan di kawasan pesisir Lhoknga, Aceh Besar, ini mampu mengolah hingga 60 ton sampah kelapa per bulan dengan menggandeng komunitas Bank Sampah Generasi Milenial (Basagemil). Inisiatif tersebut mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah kelapa menjadi cocopeat, yang dimanfaatkan sebagai campuran pakan ternak.

Direktur PT Solusi Bangun Andalas, Edi Sarwono, mengatakan bahwa penghargaan PROPER Hijau menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan secara menyeluruh.

“PROPER Hijau ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari pengelolaan energi dan penurunan emisi di pabrik hingga bagaimana kami tumbuh bersama masyarakat,” ujar Edi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4/2026).

Sebelum program Sakeladera berjalan, sampah kelapa di wilayah pesisir umumnya dibakar atau dibiarkan membusuk, yang berkontribusi terhadap emisi karbon hingga 34,8 ton CO₂ per bulan. Di sisi lain, peternak setempat menghadapi tingginya biaya pakan yang mencapai Rp48 juta per bulan karena ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Melalui inovasi ini, biaya pakan ternak dapat ditekan hingga 60 persen atau sekitar Rp28,2 juta per bulan. Produk cocopeat yang dihasilkan juga telah lulus uji laboratorium terkait kandungan kalsium dan protein, sehingga aman digunakan sebagai bahan campuran pakan.

Secara ekonomi, program ini menunjukkan dampak signifikan dengan rasio Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,5, yang berarti setiap Rp1 investasi menghasilkan manfaat sosial senilai Rp2,5 bagi masyarakat. Selain itu, timbulan sampah kelapa di kawasan tersebut kini menurun menjadi 20–24 ton per bulan.

Salah satu warga penerima manfaat, Muhammad Ikhsan, mengaku merasakan langsung dampak program tersebut.

“Sekarang sampah kelapa tidak lagi dibuang percuma. Kami bisa mengolahnya menjadi produk yang bermanfaat, bahkan membantu menekan biaya produksi pakan ternak,” ujarnya.

Selain inovasi sosial, capaian PROPER Hijau juga didukung oleh berbagai eco-inovasi di area operasional perusahaan. Salah satunya adalah penggunaan burner rendah emisi yang mampu menurunkan emisi hingga 88.931 ton CO₂ ekuivalen sepanjang 2025.

Teknologi ini memungkinkan pembakaran lebih optimal serta pemanfaatan bahan bakar alternatif dari limbah, seperti oli bekas, yang berpotensi mengurangi penggunaan batu bara hingga 40 persen.

Perusahaan juga melakukan berbagai upaya efisiensi lainnya, seperti optimalisasi penggunaan energi listrik, pengendalian emisi gas, daur ulang karet bekas menjadi komponen filter udara, serta pemanfaatan air buangan AC untuk kebutuhan domestik.

PT Solusi Bangun Andalas merupakan anak perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yang menjadi bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG). Perusahaan ini mengoperasikan pabrik semen terintegrasi di Lhoknga dengan kapasitas produksi 1,8 juta ton per tahun, serta fasilitas pengemasan di Lhoknga, Lhokseumawe, Belawan, Batam, dan Dumai.

Melalui berbagai inovasi tersebut, perusahaan menunjukkan bahwa transformasi limbah menjadi sumber ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya penurunan emisi dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER