Senin, Februari 26, 2024
Google search engine
BerandaOJK Belum Terima Usulan Nana dan M Syah, Calon Dirut Bank Aceh...

OJK Belum Terima Usulan Nana dan M Syah, Calon Dirut Bank Aceh Syariah

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Aceh mengaku hingga kini belum menerima dua nama yang diusulkan menjadi kandidat calon Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah (BAS). Meski Pj Gubernur Achmad Marzuki mengaku sudah mengusulkan kedua nama tersebut.

“Terima kasih infonya. Tapi sampai sekarang belum ada dokumen yang masuk ke OJK Aceh. Kami masih menunggu. Belum ada usulan masuk,” kata Kepala OJK Aceh Yusri kepada Waspadaaceh.com, Rabu (14/12/2022).

Yusri mengatakan dapat menanyakan usulan tersebut ke pengurus bank atau Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN). Pj Gubernur menurutnya tidak mengetahui proses tersebut, karena dilaksanakan oleh pengurus bank.

Sebelumnya, nama yang tadinya sempat dirahasiakan, sedikit terkuak, setelah Pj Gubernur Achmad Marzuki, memberi “bocoran” kepada insan pers.

Sebelumnya tiga nama direkomendasikan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI). Tiga nama itu disebutkan satu calon dari kalangan internal dan dua dari eksternal.

Satu calon internal adalah Muhammad Syah (Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Aceh Tamiang), kedua, dari kalangan eksternal adalah Nana Indriana dan ketiga Asep Sarifuddin (keduanya asal Sunda, Jawa Barat).

Sebelumnya tiga nama lainnya dari enam nama yang diajukan pihak Komisaris PT Bank Aceh ke LPPI dinyatakan tidak lolos asesmen, yakni berisial AH, BK dan Is.

Pj Gubernur Aceh kepada media dalam acara ngopi bareng di restoran Pendopo Gubernuran, mengaku ia sebenarnya tidak ingin membocorkan nama calon dirut yang lolos asesmen LPPI.

“Ada tiga nama, tapi dua orang Sunda. Nanti dibilang orang Sunda semua, karena gubernurnya orang Sunda. Makanya, yang nomor urut tiga jadi naik dan akan kita kirim ke OJK dua nama,” tegas mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh itu.

Pada ngopi bareng mulai Sabtu sore hingga malam itu, Achmad Marzuki tidak menyebut kedua nama yang diusulkan PSP (Pemegang Saham Pengendali) ke OJK. Kendati nama-nama tersebut sebelumnya sudah ramai diberitakan media cetak dan online.

“Saya tidak kenal semua calon,” tukas Achmad Marzuki. Sembari menyebut, akhir bulan Desember harus sudah ada nama yang di fit and proper test OJK, hingga akan dipilih satu nama pada RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Dipercepatnya pemilihan Dirut Bank Aceh Syariah, menurut Achmad Marzuki, untuk mendorong kinerja bank sehingga dapat menghindari masyarakat meminjam lewat pinjol (pinjaman online) serta menggerakkan ekonomi rakyat dengan memperbesar pinjaman kepada UKMKM.

Menurut informasi yang berkembang, disebut bahwa dua nama calon Dirut Bank Aceh yang diusulkan PSP adalah Nana Hendriana yang kini bertugas dia Bank DKI Jakarta mengurusi soal kredit mikro dan satu calon lagi dari internal, yakni Muhammad Syah.

Sedang nama Asep Sarifuddin, yang selama ini sebagai memimpin Divisi Dana Jasa Ritel pada PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB Syariah, meski lolos asesmen LPPI, tidak diajukan oleh Pemerintah Aceh dalam hal ini sebagai PSP.

Ditanya soal nama Nana, Pj Gubernur Achmad Marzuki mengatakan tidak tahu, dan menyebutkan, mungkin namanya tidak masuk dalam dua nama yang diusulkan ke OJK.

“Saya tidak tahu, lupa. Mungkin tidak ada nama Nana,” tegas purnawirawan jenderal bintang dua itu. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments