Selasa, April 16, 2024
Google search engine
BerandaKulinerNasi Kebuli Lasefa, Inovasi Kuliner Aceh-Arab yang Menggugah Selera

Nasi Kebuli Lasefa, Inovasi Kuliner Aceh-Arab yang Menggugah Selera

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ada aroma yang menggoda saat duduk di depan outlet nasi kebuli Lasefa berada di Warung ATA Kupi Banda Aceh.

Aroma itu berasal dari nasi yang dimasak dengan rempah-rempah khas Timur Tengah, seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan jintan. Bentuk nasinya pun berbeda dari nasi biasa. Nasi ini ukurannya lebih panjang, dan teksturnya lebih lembut.

Jurnalis Waspadaaceh.com berkesempatan menyantap nasi kebuli Lasefa disajikan dengan ayam tangkap, acar, dan sambal. Sensasi nasi ini, cukup terasa rempahnya. Apalagi dicampur dengan acar dan juga sambal.

Rasanya pas, tidak terlalu manis dan tidak terlalu pedas. Ayam tangkapnya juga renyah dan terasa gurih. Saat menyantap nasi kebuli ini, jurnalis tentunya ditemani langsung pemilik Nasi Kebuli Lasefa, Raihan Nusyur.

Raihan mengatakan kata Lasefa yang berarti Joyfull atau ceria. Raihan bercerita, ide membuat nasi kebuli berasal dari pengalamannya saat masih kuliah di Istanbul, Turki, saat dia mengambil program magister komunikasi.

Di sana ia bertemu dengan teman-teman dari berbagai negara, termasuk Maroko, Malaysia, dan Indonesia. Di situlah dia mengenal nasi kebuli. Raihan pun mencoba membuat nasi kebuli dengan resep dari temannya yang berasal dari Maroko.

“Saat itu lagi lockdown karena COVID-19. Saya mencoba berkreasi dengan memasak. Apalagi di satu apartemen kami ada lintas negara. Jadi beda-beda masakan. Di situ saya belajar bagaimana cara mereka masak,” kata Raihan kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (20/1/2024).

Nasi Kebuli dan Ayam Tangkap

Setelah pulang ke Aceh, Raihan mulai merintis usaha nasi kebuli Lasefa sejak Maret 2023. Ia membuka outlet pertamanya di ATA Kupi, warung kopi yang terletak di Gampong Keudah Banda Aceh.

Raihan pun terus mencoba meracik bumbu sendiri agar nasi kebulinya bisa diterima oleh masyarakat Aceh. Memadukan nasi kebuli dengan ayam tangkap juga sekalugus mempromosikan kuliner khas Aceh hingga tingkat Internasional.

“Untuk menunya, ada inovasi baru dan pertama di dunia, yaitu nasi kebuli dengan ayam tangkap. Ini terinspirasi karena Aceh dan Arab tidak jauh beda, suka dengan rempah-rempah dan masakan khas. Kenapa saya tidak coba mix, karena di Aceh juga ada ayam tangkap dan saya berharap ayam tangkap ini bisa dipromosikan di Timur Tengah juga,” jelas Raihan.

Ayam tangkap adalah salah satu kuliner khas Aceh yang terbuat dari potongan ayam yang digoreng kering dengan daun kari, daun pandan, daun jeruk, dan cabai hijau.

Harapan dan Kontribusi

Raihan mengatakan, usaha nasi kebuli Lasefa baru berjalan 10 bulan di Aceh. Ia berencana untuk merayakan anniversary pertamanya pada 26 Maret 2024. Ia juga berharap bisa mengembangkan usahanya dengan membuka cabang di beberapa tempat.

“Alhamdulillah, respon masyarakat cukup baik. Per hari rata-rata bisa laku 30 porsi. Kita juga sering mendapat pesanan untuk acara-acara, seperti ulang tahun, arisan, atau rapat. Kita siap melayani pesanan dalam satu talam atau kotak,” kata Raihan.

Selain menjalankan usaha, Raihan juga tidak lupa untuk berkontribusi bagi masyarakat. Sebelumnya mereka turut memberikan bantuan berupa nasi kebuli sebanyak 130 porsi untuk pengungsi Rohingya.

Nasi kebuli Lasefa buka setiap hari mulai pukul 16.00 WIB hingga 23.55 WIB. Untuk menu ayam tangkap maupun ayam bakar, harga per porsinya Rp25.000. Untuk menu daging kambing dan daging sapi, harga per porsinya Rp45.000.

Lasefa ini bisa juga dipesan melalui aplikasi pesan antar makanan online, Gofood, GrabFood dan Maxim Food. Bisa juga order langsung ke nomor 085373808300 untuk menu dan info promonya bisa cek akun Instagram Kebuli Lasefa @kebulilasefa. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER