Rabu, Juli 17, 2024
Google search engine
BerandaMuntasir Hamid: Kadin Aceh Butuh Tokoh Berintegritas, Bukan Keluarga

Muntasir Hamid: Kadin Aceh Butuh Tokoh Berintegritas, Bukan Keluarga

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Masa kepengurusan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Aceh periode 2013-2018, bulan September ini berakhir. Tapi sayangnya belum ada signal bakal dilaksanakan Musda, untuk menggantikan pengurus baru yang saat ini diketuai H.Firmandez.

Terkait hal itu, kalangan pengusaha yang tergabung dalam wadah Kadin Aceh, sudah mulai mempertanyakan pelaksanaan Musda (Muasyawarah Daerah) organisasi tersebut. Bahkan ada yang mencurigai Ketua Kadin Aceh, Firmandez, telah menyiapkan “putra mahkota” dari kalangan keluarganya sendiri.

“Kadin adalah organisasi pengusaha profesional, bukan organisasi keluarga. Kadin harus pula dipimpin orang profesional,” kata Muntasir Hamid, salah seorang anggota Kadin Aceh, kepada wartawan di Banda Aceh, Senin (10/9/2018).

“Saya ingatkan kepada Firmandez bahwa Kadin Aceh ini bukan organisasi dinasti, sehingga jangan seenaknya menempatkan keluarga menjadi ketua berikutnya,” kata Muntasir Hamid.

Muntasir mengatakan hal itu terkait dengan berakhirnya masa bakti Dewan Pengurus Kadin Aceh periode 2013 – 2018, pada September 2018. Namun, kata Muntasir, menjelang berakhirnya periode kepengurusan Kadin Aceh yang dipimpin Firmandez, hingga kini belum ada jadwal pasti Musyawarah Provinsi (Musprov). Padahal Musprov merupakan agenda wajib sesuai perintah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi Kadin.

Muntasir yang juga Ketua DPD Kadin Kota Banda Aceh itu mengharapkan kepada Firmandes untuk segera mundur, kemudian dipilih caretaker untuk pelaksanaan Musprov.

Mantan Ketua DPRK Banda Aceh ini menilai, selama kepengurusan Firmandes, khususnya pada periode ketiga, organisasi Kadin Aceh sepertinya tidak ada arah atau kebijakan yang berarti. Tidak ada kontribusi apa-apa buat daerah, ujarnya.

Salah seorang pengurus Kadin Aceh, Muhammad Mada yang akrab disapa Cek Mada, meminta agar Firmandez selaku Ketua Umum Kadin Aceh saat ini, segera melaksanakan rapat lanjutan. Rapat ini untuk menetapkan kepanitiaan lengkap, termasuk mengagendakan tanggal pasti pelaksanaan Musprov Kadin Aceh.

Mada juga mengharapkan agar pengurus Kadin Aceh kedepan diisi orang-orang profesional, punya komitmen dan integritas tinggi untuk memajukan dunia usaha di Aceh.

Hal serupa juga disampaikan Iqbal Pieng. Kadin Aceh ke depan, kata dia, harus menghormati regulasi dan tidak memaksakan kehendak untuk menjadi ketua seumur hidup.

“Jabatan dua periode itu aturan dalam AD/ARD Kadin Indonesia. Presiden kita juga dibatasi dua periode. Makanya, ke depan kita harus menaati aturan yang berlaku,” ujar Iqbal, yang juga pengurus Kadin Aceh kepada pers Senin (10/9/2018) di Banda Aceh.

Firmandez menjabat Ketua Kadin Aceh sejak 15 tahun yang lalu. Artinya Firmandez yang kini anggota DPRRI asal pemilihan Aceh, sudah menjabat tiga periode sebagai Ketua Kadin.

Jabatan tiga periode tidak pernah terjadi pada kadin provinsi lain se Indonesia, kecuali hanya di Aceh.

Sementara Ketua Kadin Aceh, Firmandez, menegaskan bahwa masa kepengurusannya belum berakhir.  Dia juga menampik soal dinasti keluarga.

“Itu tidak benar. Malah kita sudah bentuk panitia OC dan SC, dan sudah minta waktu ke Kadin Indonesia,” kata Firmadez, menjawab pesan WhatsApp Azhari Bahrul dari KBA.ONE, Senin 10 September 2018.

Sementara itu ada pengusaha, anggota Kadin, yang menyebutkan, rapat terakhir Kadin Aceh telah memilih dan menetapkan Sulaiman Badai sebagai Ketua SC dan Fakhrizal Murphy, adik kandung Firmandez, sebagai Ketua OC. (B01)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER