Sabtu, Juli 20, 2024
Google search engine
BerandaMualem - Menhan Bahas Soal Kesejahteraan 35 Ribu Eks Kombatan GAM

Mualem – Menhan Bahas Soal Kesejahteraan 35 Ribu Eks Kombatan GAM

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang juga Ketua Umum DPA Partai Aceh, Muzakir Manaf, didampingi Kamaruddin Abubakar, Sekjen DPA Partai Aceh, Rabu (02/10/2019), bertemu Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, untuk melaporkan situasi terakhir keamanan Aceh.

Abu Razak, panggilan akrab Kamaruddin Abubakar yang dihubungi Waspadaaceh.com, Kamis (03/10/2019), mengatakan, selain membicarakan situasi kemanan Aceh, dalam pertemuan sekitar satu jam itu juga turut dibahas tentang kesejahteraan 35 ribu mantan kombatan GAM.

“Alhamdulillah, Bpk Menhan memberi respon positif dan akan menyampaikan kepada Presiden dan Menteri terkait agar dapat diperhatikan sektor ekonomi mantan kombatan GAM,” ujar Abu Razak, yang masih berada di Jakarta.

Menhan RI, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, didampingi mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen TNI, Abdul Hafil Fuddin dan mantan Dandim Aceh Singkil, Ilyas, sedang melakukan pembicaraan dengan Muzakir Manaf didampingi Abu Razak dan Firman Dandy, di ruang kerja Menhan di Jakarta, Rabu (2/10/2019). (Foto/Ist)

Eks kombatan GAM, kata Abu Razak, selama ini tinggal menyebar di kabupaten/kota berbeda. Oleh karena itu, kata Abu Razqak, Menham mengatakan, pemerintah akan memberikan sumber-sumber ekonomi sesuai dengan potensi daerah.

Misalnya, bila eks GAM tinggal di Gayo, maka akan dibantu perkebunan kopi. Bila tinggal di Barat dan Selatan Aceh, mungkin cocoknya berkebun sawit dan di wilayah timur Aceh, akan dikembangkan jenis perkebunan lain yang sesuai dengan potensi daerah tersebut.

“Kita diminta untuk siapkan proposal dan Menhan siap membantu memfasilitasi dengan kementerian terkaiit, termasuk masalah pertanahan,” kata Abu Razak.

Terkait soal keamanan, Muzakir Manaf di hadapan Menhan mengakui beberapa waktu lalu ada gangguan dari KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) dari eks GAM. Namun, kelompok ini, katanya, tidak mau bergabung ketika Aceh sudah damai, dan mereka tidak pernah mau bergabung dengan NKRI.

Selain itu, soal warga Aceh yang berkewarga negaraan asing yang ingin memperkeruh suasana perdamaian Aceh, juga disampaikan oleh Muzakir Manaf kepada Menhan.

Dalam pertamuan yang berlangsung akrab itu, Menhan Ryamizard Ryacudu didampingi Mantan Pangdam Iskandar Muda Aceh, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin dan mantan Dandim Aceh Singkil, Ilyas. Sedang Muzakir Manaf didampingi Abu Razak dan Firman Dandy, selaku Lembaga Persaudaraan Quantum Darussalam Aceh, yang antara lain konsen terhadap kondisi ekonomi eks kombatan GAM.

Secara terpisah, Firman Dandy, menyebutkan, Persaudaraan Quantum Darussalam adalah lembaga yang bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan, pemberdayaan pemuda dan masyarakat untuk perubahan cara berfikir kearah yang lebih baik.

Sebelumnya, Mualem, Abu Razak dan Dandy, menghadiri acara Dialog Tokoh Lintas Adat, Budaya, Agama se Indonesia, terselenggara kerjasama dengan Kementerian Pertahanan di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu pagi (2/10/2019).(Aldin NL)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER