Selasa, Februari 27, 2024
Google search engine
BerandaMiris, Air PDAM Tak Mengalir Saat Warga Lamtheun, Aceh Besar, Sibuk Meugang

Miris, Air PDAM Tak Mengalir Saat Warga Lamtheun, Aceh Besar, Sibuk Meugang

Lamtheun (Waspada Aceh) – Air bersih tak lagi mengalir ke rumah warga di Gampong Lamtheun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Rabu (22/3/2023), sejak pagi hingga siang ini. Padahal, banyak warga sedang menjalankan tradisi meugang menyambut datangnya bulan Ramadhan.

Pemkab Aceh Besar dan PDAM Tirta Mountala Aceh Besar dinilai tidak punya solusi konkret dari permasalahan kebutuhan mendasar warga. Air bersih dari PDAM sering padam dan menjadi masalah klasik.

“Air padam, mau masak susah mau bersih-bersih juga susah. Kita terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan memasak dan lainnya. Mau buang air aja susah, air mati total. Meski sudah hidup mesin air, airnya tak mengalir,” kata Adi, warga Komplek Villa Alwika Lamtheun kepada Waspadaaceh.com, Kamis (22/3/2023).

Adi mengaku, dia dan warga lainnya sudah menghidupkan mesin air selama 1 jam lebih bahkan ada yang seharian masih menghidupkan mesin, namun air tak kunjung keluar.

“Kalau begini, yang dirugikan siapa, ya warga. Adakah kompensasi warga atau pelanggan akibat air padam ini. Jawabannya sudah pasti tidak ada. Jika sudah begini, warga pun geram karena tidak ada solusi konkret dari PDAM Tirta Mountala,” ujarnya.

Padahal, katanya, momentum saat ini adalah ketika warga sibuk mempersiapkan meugang untuk menyambut bulan Ramadhan. Sebaliknya malah Pemkab Aceh Besar tidak bisa menjamin kebutuhan dasar warganya yakni air bersih. Berbagai aktivitas membutuhkan air bersih untuk segala keperluan.

“Miris, semua warga sedang sibuk meugang. Tapi tidak ada air mengalir. Solusi konret tidak ada. Masalah di sini selalu air macet, air padam bahkan sama sekali tidak mengalir. Sudah sering terjadi, sudah sering pula dilaporkan ke Pj Bupati Aceh Besar Iswanto dan Direksi PDAM Tirta Mountala, tapi tetap terjadi lagi,” jelas warga lainnya.

Janji manis di pemberitaan bahwa PDAM memastikan kebutuhan air pelanggannya terpenuhi selama Ramadhan, kenyataan tidak sesuai fakta. Ketika momen warga sibuk melaksanakan meugang saja, air sudah padam.

“Kami cuma minta air tersedia, itu kebutuhan mendasar. Harusnya Pemkab Aceh Besar sudah memahaminya. Tidak perlu bangun ini itu ternyata kebutuhan mendasar saja belum terpenuhi,” ungkap warga lainnya di komplek itu.

Terkait hal ini, Pj Bupati Aceh Besar, M Iswanto dan Dirut PDAM Tirta Mountala, Sulaiman sama sekali tidak merespon konfirmasi yang dilayangkan Waspadaaceh.com hingga berita ini tayang. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments