Beranda Aceh Meriahkan Milad ke-15, Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya Gelar Upacara Bendera

Meriahkan Milad ke-15, Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya Gelar Upacara Bendera

BERBAGI
Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya menggelar upacara Hari jadi ke 15 partai tersebut di halaman kantor Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (7/7/2022). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya menggelar upacara Hari Jadi ke 15 partai tersebut di halaman kantor Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (7/7/2022)

Kegiatan tersebut juga ikut dihadiri Wakil Bupati Aceh Jaya, Tgk Yusri S, KPA Wilayah Meureuhoem Daya, pengurus Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) dari sembilan kecamatan dan simpatisan.

Usai kegiatan, Ketua DPW Partai Aceh Kabupaten Aceh Jaya, Azhar Abdurrahman, mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar sebagaimana instruksi DPA Partai Aceh dan kegiatan yang sama juga diinstruksikan kepada kabupaten dan kota lainnya.

“Sejauh ini, kami di Kabupaten Aceh Jaya memungkinkan untuk melaksanakan upacara karena didukung dengan fasilitas lapangan yang memadai. Baik itu kantor sendiri maupun tim yang solid, termasuk Satgas sehingga kita memilih membuat upacara bendera Partai Aceh,” ujar Azhar.

Azhar menjelaskan, dengan adanya upacara seperti ini tentunya akan menambah semangat para kader dan simpatisan Partai Aceh di Aceh Jaya. “Dalam rangka memperingati Milad Partai ke 15, kami juga memberikan santunan kepada anak yatim,” ujarnya.

Dalam rangka momentum Milad ke 15 Partai Aceh, Azhar Abdurrahman berharap pemerintah pusat dalam merawat perdamaian dapat menjalankan komitmen politik yang telah disepakati dalam MoU Helsinki.

“MoU Helsinki itu, saya kira perlu direalisasikan dengan komitmen dan kita belum mengukur eksistensinya. Saya rasa dengan menjaga stabilitas perdamaian ini sangat penting sebagai modal awal membangun Aceh ke depan,” ujarnya.

Azhar berharap dengan adanya Pj Gubernur Aceh sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat tentu akan lebih merasakan persoalan Aceh, sehingga komunikasi politik antara pemegang komitmen MoU Helsinki di Aceh dan pusat ada keterwakilan di daerah.

“Dengan hadirnya Pj Gubernur Aceh tentu dapat memahami persoalan yang harus diselesaikan, walau penyelesaian secara bertahap,” ujarnya.

Azhar kembali membocorkan kriteria calon Bupati Aceh Jaya yang akan diusung oleh Partai Aceh pada pemilu serentak 2024.

“Siapa yang mampu menerima amanah menjalankan syariat Islam, itu payung pertama. Bukan ‘bandit – bandt’ yang tidak beretika. Para ulama akan berperan dalam melakukan seleksi calon Bupati Aceh Jaya yang akan diusung Partai Aceh kedepan.” pungkasnya. (Zammil)