Senin, Maret 4, 2024
Google search engine
BerandaMenpora Cek Kesiapan Aceh-Sumut Sebagai Tuan Rumah PON 2024

Menpora Cek Kesiapan Aceh-Sumut Sebagai Tuan Rumah PON 2024

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainuddin Amali mengecek kesiapan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Menpora bersama Ketua Umum KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman dalam Kunjungan Kerja (Kunker) ke wilayah Aceh meminta kepada Pj Gubernur Aceh dan Gubernur Sumut untuk menyampaikan laporan kemajuan persiapan PON ke-XXI tahun 2024 di Anjong Mon Mata Pendopo Gubernur Aceh, Sabtu (24/12/2022).

Setelah Gubernur Aceh dan Sumut menyampaikan laporan, Menpora mengatakan sampai saat ini tidak ada kendala maupun masalah terkait pelaksanaan PON 2024. Meski demikian, pihaknya sudah berkoordinasi dan mempersiapkan apa yang dibutuhkan pada pelaksanaan PON nantinya, seperti peralatan olahraga, fasilitas dan lain sebagainya.

“Menpora sudah minta kepada Ketua Umum KONI Pusat dan jajaran KONI untuk segera menetapkan tentang peralatan apa yang dibutuhkan. Karena itu akan ditentukan oleh Technical Delegate,” sebutnya.

Dia berharap, kebutuhan atau peralatan yang sudah diputuskan tidak berubah lagi, mengingat pengadaan barang tersebut membutuhkan waktu yang lama.

Selain peralatan, Menpora meminta kepada Menteri PUPR agar membangun vanue berstandar nasional agar sekali dibangun bisa digunakan sepanjang masa.

“Makanya pembangunan venue ini dari awal sudah berstandar nasional,” sebutnya.

Menpora mengatakan pembangunan vanue yang berstandar nasional juga sedang berproses pada dua wilayah ini. Hasil ini nantinya akan disampaikan Menpora kepada Presiden.

Melihat progres dari tuan rumah yang luar biasa, Menpora mengapresiasi dan menyambut baik langkah Pemerintah Aceh dan Sumut beserta masyarakat terkait kesiapan pada event akbar ini. Karena itu dia mengajak semua elemen untuk menyukseskan kegiatan ini.

“Kita harus melakukan ini dengan sebaik-baiknya, karena ini menjadi pengalaman pertama bagi kita karena pelaksanaan PON di dua tempat. Karena itu kita belajar dengan pengalaman ini dan koordinasi. Kuncinya di koordinasi,” sebutnya.

Dia mengakui, melaksanakan PON di satu tempat saja tidak mudah, apalagi di dua tempat. Maka dari itu, melalui pertemuan di akhir tahun ini Menpora berharap dapat lebih memperkuat koordinasi.

Sementara itu, Ketum KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman, menyebutkan rencana pembangunan vanue berjalan sesuai dengan harapan. Namun dia menegaskan ke depannya semua bentuk persiapan harus lebih ditingkatkan lagi, mengingat PON 2024 semakin dekat.

“Mulai Januari tidak bisa kalau kita hanya berjalan santai. Kita harus berlari untuk mengejar, sebelum 2024 semua harus siap. Apalagi tahun 2024 kesibukan semakin banyak,” tuturnya.

“Saya yakin PON ke-XXI 2024 akan menjadi PON yang dikenang sebagai PON pada dua provinsi, PON dilakukan di tahun politik dan juga PON yang mempersatukan bangsa Indonesia,” kata Marciano Norman. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments