Kamis, April 3, 2025
spot_img
BerandaDisbudpar AcehMenikmati Sunset dan Sensasi Wahana Air di Pantai Lampuuk Aceh

Menikmati Sunset dan Sensasi Wahana Air di Pantai Lampuuk Aceh

“Cahaya senja mulai berpendar di langit, memancarkan warna emas yang memikat, menyebar ke permukaan laut yang tenang di Pantai Lampuuk, Aceh Besar”

Suara deburan ombak perlahan-lahan menemani keheningan sore, langit kemerahan berpadu dengan hamparan pasir putih dan lautan biru yang menyajikan keindahan tanpa tanding.

Meski Pantai Lampuuk telah lama menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, pesonanya tidak pernah pudar. Sunset di sini tetap menjadi favorit banyak orang, dengan air laut yang jernih dan gradasi warna yang memukau.

Panorama ini juga dapat dinikmati dari Pantai Babah Kuala, Desa Meunasah Lambaro, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Untuk mencapai Pantai Babah Kuala, jaraknya dari Kota Banda Aceh sekitar 20 km atau dapat ditempuh dalam waktu 20 menit.

Menjelang sore, pantai ini mulai ramai oleh wisatawan dari berbagai daerah. Pondok-pondok kecil di sepanjang pantai dipenuhi pengunjung yang ingin bersantai, sementara area parkir pun penuh sesak.

Fadila (20), seorang mahasiswa asal Banda Aceh, sering berkunjung ke Pantai Lampuuk. Sambil mengarahkan kamera untuk mengabadikan momen senja, ia tampak terpesona oleh keindahan alam pantai tersebut.

“Setiap kali ke sini, saya selalu terpesona. Saat matahari mulai tenggelam, langit dan laut seakan berubah menjadi lukisan. Rasanya, semua beban menghilang, Apalagi, harga tiket masuknya sangat terjangkau, hanya Rp3.000 per orang,” ujarnya sambil mengambil foto untuk mengabadikan momen tersebut, Kamis (31/10/2024).

Wisatawan menikmati pesona matahari terbenam di Pantai Lampuuk, Aceh Besar. (Foto/Cut Nauval d).

Pantai Lampuuk bukan hanya tempat wisata alam, tetapi juga sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Deretan kios dan warung yang menjual makanan laut dan camilan lokal berdiri berjajar di sepanjang bibir pantai, menawarkan daya tarik bagi pengunjung untuk menikmati suasana sambil mencicipi kuliner khas Aceh.

Bagi masyarakat setempat, Pantai Lampuuk lebih dari sekadar pemandangan indah, pantai ini adalah sumber penghidupan.

Banyak warga mengandalkan sektor pariwisata di pantai ini, mulai dari penyewaan perahu, jasa fotografi, hingga penjualan suvenir dan makanan.

Kehadiran wisatawan juga memungkinkan para pedagang lokal, seperti Ratna, untuk meraup penghasilan tambahan.

“Kalau akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu sore, pengunjung selalu ramai. Paling banyak yang datang waktu sunset, dan mereka suka sekali dengan ikan bakar di sini. Kuliner favorit mereka,” ujar Ratna, sambil menyiapkan pesanan ikan bakar yang menjadi andalan kiosnya.

Kehadirannya dan para pedagang lainnya menjadikan Pantai Lampuuk bukan sekadar destinasi, tetapi juga tempat di mana pengunjung bisa menikmati cita rasa lokal yang autentik.

Beragam aktivitas menarik juga tersedia di pantai ini, dari bermain pasir, berenang, hingga mencoba wahana air seperti banana boat dan jetski. Natasha (20), warga Aceh Besar, baru saja merasakan adrenalin saat menaiki banana boat di laut bersama sahabatnya.

Pengunjung Pantai Lampuuk, Aceh Besar, bisa menikmati kuliner khas Aceh, seperti ikan bakar, mie, air kelapa muda dan varian kuliner lainnya. (Foto/Cut Nauval Dafistri)

“Rasanya menyenangkan banget bisa seru-seruan bareng teman-teman di banana boat, apalagi sambil menikmati indahnya pantai,” ungkapnya antusias.

Pantai Lampuuk bukan hanya tentang keindahan alam, tetapi juga tentang harmoni antara manusia dan alam yang berpadu dalam keseharian. Bagi mereka yang datang untuk sejenak melupakan kesibukan, Pantai Lampuuk menjadi tempat untuk merasakan ketenangan dan kedamaian, memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

Pada akhirnya, menanti matahari terbenam di Pantai Lampuuk bukan sekadar menunggu datangnya malam, tetapi juga meresapi betapa agungnya ciptaan Tuhan. Keindahan alam, keramahan masyarakat, dan menyantap kuliner hasil laut Aceh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER