Mengenal Efri, Guru Otomotif Berprestasi: Kerja Ikhlas, Kerja Keras dan Kerja Tuntas

    BERBAGI
    Efri, ST, Guru SMKN 4 bidang Kejuruan Otomotif. (Foto/ist).

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Seorang guru bidang kejuruan otomotif di Aceh, memiliki sederet prestasi. Baik di tingkat daerah hingga tingkat nasional sebagai guru berprestasi.

    Untuk menyambut peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-62 tahun 2021, jurnalis Waspadaaceh.com, melakukan bincang-bincang dengan guru berprestasi di Aceh.

    Adalah Efri, salah seorang guru kejuruan otomotif yang mengabdi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 (SMKN 4) Banda Aceh. Guru ini pernah menjabat Kepala Program Studi Otomotif selama 10 tahun di Aceh.

    Efri mengatakan, guru memegang peranan kunci dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Karena, menurutnya, gurulah yang langsung berhadapan dengan peserta didik.

    “Guru sebagai agen perubahan yang menjadikan peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, serta dari tidak paham menjadi paham,” kata guru berusia 48 tahun ini kepada Waspadaaceh.com, Selasa (31/8/2021).

    Di antara deretan prestasi yang telah diraih pria kelahiran Meulaboh ini, yaitu pada tahun 2015 dia meraih Juara 3 Guru Prestasi Jenjang SMK tingkat Kota Banda Aceh. Pada tahun 2016 Efri meraih Juara 2 Guru Prestasi Jenjang SMK Bidang Kemaritiman Tingkat Provinsi Aceh.

    Pada tahun 2018, Efri meraih Juara 1 Guru Prestasi Jenjang SMK tingkat Kota Banda Aceh dan Juara Harapan 1 tingkat Provinsi Aceh. Pada tahun 2019, pria kelahiran tahun 1973 ini meraih Juara 1 Guru Prestasi Jenjang SMK tingkat Kota Banda Aceh, Juara 1 tingkat Provinsi Aceh dan Juara 3 tingkat Nasional.

    Di antara keterampilan yang dia kuasai, yaitu otomotif (asesor), electronic, listrik instalasi (sertifikasi Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia), listrik utilisasi (pemakaian), welder dan home industri.

    Efri menyampaikan di antara kiatnya dalam meraih prestasi, yaitu bekerja dengan ikhlas, secara tuntas dan senantiasa menyenangi pekerjaan yang ditekuni.

    “Kerja ikhlas, kerja keras, kerja tuntas, dengan passion dan senangi semua pekerjaan yang ditekuni, to be number one. Itu semua hanya sebagai sebab, dan ikhtiar saja. Yang utama ya hanya terjadi karna izin Allah SWT. Semoga Allah tetap ridha, Aamin,” tuturnya.

    Kata Efri, di tengah pandemi ini sistem pembelajaran sangat berubah sehingga juga menjadi persoalan bagi para guru dan para siswa. Namun meski di masa pandemi COVID-19, menurutnya, dia akan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal dan berkarya untuk siswa.

    “Untuk kendala selama pandemi saat praktik, siswa yang hadir meski harus bagi shift dan kelompok yang sangat kecil,” lanjut guru bergelar sarjana teknik (ST) ini.

    Efri berpesan agar prestasi yang diraih tersebut dapat menjadi inspirasi dan motivasi dalam meningkatkan kinerja, memberikan pelayanan maksimal bagi peserta didik meskipun di masa pandemi COVID-19.

    If u’ want have good the result, Please, make it, The right man on the right place, Every where u’ standing. (Jika kamu ingin hasil yang baik, maka wujudkan, orang yang tepat di tempat yang tepat, di manapun kamu berdiri,” kata Efri. (**)