Mengaku Tim Penyelamat Gubernur Aceh, 7 Orang Lakukaan Aksi Diam di Kantor BPKP

    BERBAGI
    Tim Penyelamat Gubernur Aceh saat melakukaan aksi diam di depan Kantor BPKP Perwakilan Aceh, Rabu (23/6/2021). (Foto/Kia Rukiah)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Beberapa orang yang mengaku sebagai Tim Penyelamat Gubernur Aceh, melakukan aksi diam di depan Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Aceh di Banda Aceh, Rabu (23/6/2021).

    Mereka berjumlah tujuh orang tersebut melakukan aksinya dengan hanya membentangkan spanduk tanpa sedikitpun berorasi. Pada spanduk yang mereka bawa berisi tulisan mendukung langkah KPK dalam memberantas korupsi di Aceh.

    Di antaranya berbunyi “Jangan takut tetapkan tersangka di Aceh,” dan “Kami menunggu hasil kerja KPK di Aceh.”‘  Tulisan lain berbunyi, “Bongkar mega korupsi di Aceh,” dan “Sikat koruptor di Aceh”.

    Ada juga tulisan “Aceh miskin gara-gara koruptor,” serta “Aceh harus diselamatkan dari koruptor.” “Tim penyelamat Gubernur Aceh mendukung KPK berantas koruptor di Aceh”.

    Koordinator aksi diam Fakharurazi mengatakan, aksi tersebut dilakukan bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) yang telah melakukan penyelidikan dan penyidikan dugaan korupsi di Aceh.

    “Hari ini kami datang ke gedung BPKP Aceh ini untuk mendukung langkah dan juga kerja-kerja KPK untuk mengusut tuntas mega korupsi yang ada di Aceh,” ucapnya.

    Selain itu, dia juga menuturkan alasanya beraksi, karena rasa perihatin terhadap Gubernur Aceh yang saat ini sedang sakit. Mereka berdoa Gubernur Aceh diberikan kesembuhan, sehingga juga bisa ikut memberikan dukungan terhadap KPK untuk memberantas korupsi yang ada di Aceh.

    Fakhrurazi mengungkapkan legalitas tim penyelamat Gubernur Aceh lahir berdasarkan hasil diskusi dari orang-orang yang perihatin terhadap kondisi Gubernur Aceh.

    “Kami berinisiatif, melihat kondisi politik Aceh yang saat ini dan dengan kondisi gubernur. Maka kami berniat untuk membuat tim ini,” tegasnya.

    Sebagaimana dilaporkan, dalam beberapa hari terakhir penyidik KPK secara intensif memeriksa beberapa pejabat SKPA di Aceh, terkait pengadaan kapal Aceh Hebat dan proyek lainnya. Pemeriksaan dilakukan di Kanto BPKP Perwakilan Aceh di Banda Aceh. (Kia Rukiah)

    BERBAGI