Beranda Suara DPRK Aceh Besar Masih Sepi Kendaraan, Ketua DPRK Aceh Besar Minta Gubernur Aceh Surati Pengelola...

Masih Sepi Kendaraan, Ketua DPRK Aceh Besar Minta Gubernur Aceh Surati Pengelola Tol Agar Turunkan Tarif

BERBAGI
Jalan Tol Blang Bintang - Jantho, Aceh Besar, terlihat sepi kendaraan. (Foto/Kia Rukiah)

Jantho (Waspada Aceh) – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Iskandar Ali, mendesak Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk menyurati Menteri PUPR atau ke perusahaan BUMN pengelola Jalan Tol Sibanceh untuk menurunkan tarif.

“Menurut saya tarif jalan tol di Aceh sangat mahal, dari Blang Bintang – Jantho mencapai 35 ribu rupiah tarifnya. Tentunya ini memberatkan masyarakat, tidak seperti di Jawa, Jakarta atau daerah lainya, yang bisa lebih murah,” kata Iskandar Ali dalam wawancara dengan Waspadaaceh.com, Rabu (21/4/2021).

Dia mengatakan, mahalnya tarif tol Sibanceh (Sigli – Banda Aceh), menyebabkan masyarakat lebih memilih jalan biasa atau jalan nasional daripada jalan tol. Karena itu, ujar politisi PAN ini, kondisi di jalan tol di Aceh masih relatif sepi.

Di samping itu, tambahnya, bahwa masyarakat di Aceh belum familier dengan jalan tol. “Masih terasa mahal, sehingga masyarakat lebih memilih jalan biasa. Waktunya juga tidak terlalu jauh berbeda,” lanjut Iskandar Ali.

Akibat mahalnya tarif tol di Aceh, Ketua DPRK Aceh Besar itu meminta Gubernur Aceh agar berkenan menyurati pihak pengelola tol (PT Hutama Karya) agar tarif tol di Aceh diturunkan.

Iskandar mencontohkan Jawa Barat, di mana gubernurnya juga menyampaikan permohonan ke pihak pengelola jalan tol di sana, sehingga tarifnya diturunkan. “Jadi pemerintah di Aceh harus berinisiatif meminta pengelola tol untuk menurunkan tarif.”

Saat tim Waspadaaceh.com, Senin (19/4/2021), melintasi jalan tol dari pintu gerbang Blang Bintang menuju Jantho, memang masih terlihat cukup sepi. Sepanjang perjalanan pada siang hari itu, hanya terlihat 15 mobil pribadi dan satu mobil truk pengangkat semen yang melintas. (Kia Rukiah)