Beranda Disbudpar Aceh Masa Pandemi, Disbudpar Aceh Tetap Gelar Event Budaya dan Pariwisata

Masa Pandemi, Disbudpar Aceh Tetap Gelar Event Budaya dan Pariwisata

BERBAGI
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Jamaluddin. (Cut Nauval Dafistri)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Untuk mempromosikan kebudayaan dan pariwisata di Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh mengusung acara dengan konsep hybrid selama pandemi COVID-19 ini.

Kepala Disbudpar Aceh, Jamaluddin, mengatakan bahwa pada bulan Maret yang lalu pihaknya telah meluncurkan Calendar of Event Aceh 2021, dan setiap event tersebut memadukan konsep dalam jaringan/daring (online) dan luar jaringan/luring (offline).

“Kita akan mengusung konsep hybrid, yaitu penggabungan antara konsep event online dan offline. Ini salah satu upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan kebudayaan dan pariwisata Aceh di masa pandemi. Namun kreativitas masyarakat harus tetap bisa berjalan,” kata Kadisbudpar Aceh Jamaluddin saat ditemui Waspadaaceh.com, Kamis (15/4/2021).

Tahun 2021 ini, kata Jamaluddin, pihaknya melakukan refocusing kembali dalam menjalankan event-event kebudayaan dan pariwisata di Aceh. Dalam pelaksanaan event tersebut pihaknya akan melihat tingkat urgensi kebutuhan yang paling penting.

“Selama pandemi ini pelaksanaan event agak terbatas. Jadi di tahun 2021 ini kita refocusing kembali. Kita akan melihat tingkat urgensi dari kebutuhan yang paling penting ini, dan tetap mencegah COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Jamaluddin.

Jamaluddin menambahkan, saat ini pengunjung wisata sudah mulai ramai. Protokol kesehatan akan menjadi perhatian utama selama penyelenggaraan event wisata.

Kegiatan event wisata akan selalu melibatkan tim keamanan, tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan tenaga medis dengan perlengkapan protokol kesehatan lainnya.

Di bulan Ramadhan ini, kata Jamaluddin, Disbudpar Aceh akan mengadakan Festival Ramadhan. Saat ini pihaknya sedang merancang konsep event tersebut. Sementara itu, sambungnya, ada beberapa kegiatan lain yang sedang diproses.

Pada bulan Agustus, kata Jamaluddin, Disbudpar juga merencanakan agenda Aceh Kuliner Festival. Namun dia masih akan melihat dan mempertimbangkan bagaimana kondisi pasca lebaran terkait kasus COVID-19.

“Kegiatan pariwisata ini akan bergerak pelan-pelan. Jadi event yang sudah kita rancang kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan, di masa pandemi COVID-19. Jadi saat ini kita fokus dulu dengan wisatawan nusantara,” tutur Jamaluddin. (Cut Nauval Dafistri)