Minggu, Mei 19, 2024
Google search engine
BerandaMahasiswa Gelar Demo ke RSUD dan Kantor Bupati Aceh Barat

Mahasiswa Gelar Demo ke RSUD dan Kantor Bupati Aceh Barat

Meulaboh (Waspada Aceh) – Puluhan mahasiswa dari aneka jurusan pendidikan kesehatan di Aceh Barat, Kamis siang (24/1/2019), melancarkan aksi unjukrasa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh dan Kantor Bupati Aceh Barat.

Aksi ini digelar sebagai wujud solidaritas tenaga kesehatan sekaligus menuntut manajemen rumah sakit tidak lepas tangan dengan nasib dua tenaga honorer yang kini sudah ditahan oleh polisi. Sebelumnya keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kematian seorang pasien pada tahun 2018.

Dalam aksinya, mahasiswa yang turut membawa sejumlah atribut tersebut juga mendesak manajemen rumah sakit, memperhatikan kesejahteraan tenaga honorer agar dibayar sesuai jerih payah.

Mahasiswa juga mendesak agar tetap mendampingi proses hukum yang kini menjerat dua tenaga honorer, serta tidak mengorbankan tenaga honorer.

Aksi ini diterima Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Cut Hasanuddin. Usai menggelar aksi di rumah sakit, mahasiswa kemudia bergerak melanjutkan aksinya ke Kantor Bupati Aceh Barat.

Saat berada di kantor bupati, mahasiswa juga mendesak pemerintah daerah agar peduli terhadap nasib dua orang tenaga honorer yang bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, yang kini sudah ditahan polisi terkait kasus kematian pasien.

“Kami minta pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Aceh Barat agar ikut peduli dengan persoalan ini,” kata Rona Julianda, orator aksi di hadapan mahasiswa.

Mereka mendesak agar kasus tersebut tidak dibiarkan begitu saja, karena pegawai honorer adalah petugas medis yang melaksanakan tugasnya melayani masyarakat.

Tetap Didampingi
Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien Meulaboh memastikan tetap akan mendampingi proses hukum terhadap dua tenaga honorer yang kini ditahan polisi.

“Kita akan terus dampingi keduanya, bahkan manajemen rumah sakit juga sudah menyediakan kuasa hukum,” kata Kepala Bidang Perawatan dan Kebidanan RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Cut Hasanuddin, kepada sejumlah wartawan.

Dia menegaskan, manajemen juga tidak pernah mengahambat proses hukum yang sudah berjalan, serta tetap mendampingi kasus ini hingga tuntas nantinya.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Aceh Barat, Edy Juanda yang menemui perwakilan mahasiswa berjanji bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam dalam menangani persoalan ini.

Dia juga bersedia menandatangani sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa guna merespon masukan yang disampaikan tersebut. (b01/ded)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER