Beranda Profil “Long Life Education,” Kiat Mira Fitriana Hingga Jadi Guru Berprestasi di Aceh

“Long Life Education,” Kiat Mira Fitriana Hingga Jadi Guru Berprestasi di Aceh

BERBAGI
Mira Fitriana, salah satu guru berprestasi di Aceh dari SMA Negeri Modal Bangsa Blang Bintang, Aceh Besar. (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Mira Fitriana, salah seorang guru berprestasi di Aceh. Perempuan ini mengajar bidang biologi di SMA Negeri Modal Bangsa Aceh, yang juga terpilih sebagai sekolah terbaik di Provinsi Aceh

“Sebagai guru kita harus belajar sepanjang hayat atau long life education,” kata wanita kelahiran Jakarta, 5 Februari 1981 ini.

Mira mengungkapkan hal itu menjawab pertanyaan Waspadaaceh.com, Selasa (7/9/2021), terkait peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke 62 tahun 2021.

Mira mengatakan, semangat untuk terus maju meng-upgrade ilmu lewat berbagai platform daring, yang kemudian diimplementasikan untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar.

Dia menyebutkan, kondisi pandemi COVID-19 halangan, dan bukan berarti pasrah dengan keadaan. Justru, kata Mira, dewan guru menjadi diuntungkan dalam kondisi ini, karena dengan proses belajar mengajar online, mau tidak mau guru dituntut menguasai platform daring atau information technology (IT).

“Hal ini tentunya akan menambah ilmu dalam memfasilitasi proses pembelajaran secara Synchronous maupun Asynchronous,” ujar Mira yang menyandang gelar sarjana biologi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta tersebut.

Synchronous, meet di Microsoft teams, meet di google, atau zoom, kata Mira. Menurut wanita enerjik ini, guru akan menjadi lebih terampil di semua lini. Tdak saja bagus dalam PBM luring (tatap muka), namun saat belajar daring (online) juga bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya, ucap Mira.

Dia menuturkan, sejatinya guru itu adalah guru pembelajar, yang harus belajar sepanjang hayat atau long life education.

Dengan menerapkan metode yang terus belajar, Mira yang juga sebagai koordinator Adiwiyata di Mosa (Modal Bangsa), meraih beberapa prestasi.

Prestasi yang pernah diraihnya, Guru Berprestasi Aceh Besar (juara 1) tahun 2018, Guru Berprestasi Aceh Besar (juara 1) tahun 2020, Guru Berprestasi Provinsi Aceh (juara 3) tahun 2020, finalis Guru Inovatif dan Berdedikasi Kemendikbud tahun 2020.

Selain itu, Mira guru IPA yang terpilih ke Jepang untuk program PPPTK IPA Kemendikbud 2019, Duta Sains PPPPTK IPA thn 2019-sekarang. Tidak jarang Mira juga menjadi Instruktur Nasional Biologi Guru Pembelajar 2016, Tutor Microsoft 365 tahun 2020, tutor P3K 2021, Tutor IBL dan STEM 2019.

“Kiat menjadi itu semua saya selalu ingin belajar terutama yang bisa meningkatkan kemampuan pedagogik guru,” ucap Mira yang saat ini sedang melanjutkan magisternya di MPBIO Unsyiah.

Dia juga mengakui selalu meniatkan ibadah ketika memberikan pembelajaran dan selalu berusaha bagaimana membuat pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik. Karena, kata Mira, mengajar memiliki keutamaan yang sangat tinggi dalam Islam. Ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah yang tak lekang oleh waktu.

“All out dalam mengajar karena saya yakin Allah melihat apa yang saya upayakan dan yakinlah semua diganjar dengan hal yang tak disangka-sangka, seperti prestasi di atas,” ucapnya.

Namun Mira mengakui, kadang memiliki kendala dalam mengajar, seperti tidak adanya sinyal atau belum stabilnya jaringan internet. Itu terjadi pada beberapa tempat tinggal siswa serta adanya pemadaman listrik yang sering terjadi ketika PBM sedang berlangsung.

Walaupun demikian, dia berharap pelatihan untuk guru semakin sering dilakukan untuk menambah penguasaan platform daring.

“Karena masih banyak rekan guru yang mungkin belum menguasai. Serta ada follow up-nya dalam kegiatan di sekolah sehingga benar-benar memastikan diklatnya tidak sia-sia,” harapnya.

Selain itu, dia juga meminta sering diadakan lomba pembuatan bahan ajar berbasis TIK agar guru semakin berminat mempelajari dan menguasai berbagai macam aplikasi pembuat bahan ajar yang menarik.

Tentunya selain menambah skill guru, juga membuat siswa tertarik untuk belajar karena disajikan dalam bentuk game edukasi, motion grafis, laboratorium maya maupun Augmented Reality yang akan berefek kepada siswa belajar yang semakin menyenangkan walaupun di tengah pandemi.

Semua hal tersebut dilakukan, ucap Mira, bertujuan untuk memfasilitasi peserta didik dalam belajar, sehingga mutu pendidikan di Aceh bisa semakin ditingkatkan. (pariwara)