Angkat Kisah “Kue Karah” Adinda Berharap Raih Juara Lomba Bertutur Tingkat Nasional

    BERBAGI
    Adinda Khairatu Uzma siswi SD-IT Ar-Rahman Simpang Peut Kuala,sedang mengikuti lomba bertutur tingkat Nasional secara daring di Aula Bappeda Nagan Raya (Foto/Zul Nagan)

    Suka Makmue (Waspada Aceh) – Adinda Khairatul Uzma, siswi SD-IT Ar-Rahman Simpang Peut Kuala, Nagan Raya, tampil maksimal dalam lomba bertutur secara daring untuk tingkat nasional.

    Lomba bertutur tingkat nasional yang diikuti oleh 33 provinsi tersebut, berlangsung di Aula Bappeda Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

    Sebelumnya, Adinda Khairatul Uzma telah sukses meraih juara 1 tingkat Aceh dalam lomba bertutur, kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Edi Yandra, Selasa (7/9/2021).

    Dalam lomba bertutur tersebut, Adinda bercerita tentang asal usul kue karah dari Kabupaten Nagan Raya. Penampilan saat mengikuti kegiatan lomba tersebut patut diapresiasikan karena Adinda tampil secara maksimal, sebut Edi Yandra.

    Sementara itu Adinda dengan penuh percaya diri menceritakan asal usul kue karah. Menurutnya, di kue karah tersebut ada tiga segi yang dibentuk. Segi tersebut menggambarkan bahwa dalam sejarahnya Nagan Raya mempunyai tiga kerajaan, yaitu kerajaan Seunagan, Seuneuam serta kerajaan Beutong.

    Kue karah juga merupakan simbol perdamaian konflik tiga kerajaan di Kabupaten Nagan Raya, kata Adinda. Dengan mengangkat judul kue karah di lomba bertutur tingkat nasional, dia mengharapkan doa dari masyarakat Nagan Raya agar dapat meraih juara.

    Meskipun harus bersaing dengan 32 provinsi lainnya, Adinda percaya diri dengan lomba tersebut, sehingga dapat mengukir prestasi di ajang bercerita secara daring, ujar Edi Yandra.

    Bupati Nagan Raya HM Jamin Idham, mengharapkan agar Adinda Khairatul Uzma dapat meraih juara dalam kegiatan lomba bertutur tingkat Nasional.

    Menurutnya, dengan sukses meraih juara 1 tingkat Aceh, HM Jamin Idham berkeyakinan Adinda akan lolos di tiga besar. Apalagi judul yang diangkat dalam lomba tersebut, yakni asal usul kue karah sebagai simbol perdamaian tiga kerajaan masa silam dulu cukup menarik, ungkap bupati.

    Dalam kegiatan lomba bertutur secara daring tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kearsipan Aceh, Sekda Nagan Raya, Asisten III Setdakab, Kadis Perpustakaan dan Arsip Nagan Raya serta undangan terkait lainnya. (Zul Nagan)