Jumat, April 26, 2024
Google search engine
BerandaInforial Pemerintah AcehLibur Paskah, ASN Aceh Dilarang Bepergian

Libur Paskah, ASN Aceh Dilarang Bepergian

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh dilarang keluar daerah selama libur panjang peringatan wafat Isa Almasih dan Paskah 2021.

Larangan itu demi mencegah penularan virus corona (COVID-19) dan berlaku empat hari, terhitung 1-4 April 2021, sesuai Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, Kamis 1 April 2021.

Surat edaran Sekda Aceh itu dikeluarkan menindaklanjuti surat edaran Kementerian Pendayagunaan Aparatur Nasional dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) No. 7 tahun 2021. Surat itu menyatakan bahwa dalam rangka memperkuat sistem pengawasan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di daerah masing-masing, perlu dilakukan pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi Aparatur Sipil Negara selama Peringatan Wafat Isa Al Masih kala masa pandemi COVID-19.

Kepala Biro Humas Setda Aceh, Muhammad Iswanto, dalam penjelasannya Kamis malam (01/04/2021) menyebutkan, terdapat sejumlah poin yang mengatur detail pelaksanaan surat edaran larangan bepergian tersebut.

Di antaranya, larangan tersebut dikecualikan bagi ASN yang melakukan perjalanan dalam rangka tugas kedinasan dengan terlebih dahulu memperoleh surat tugas yang ditandatangani oleh minimal Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

“Pengecualian juga berlaku terhadap ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah, dengan terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian di lingkungan instansinya,” ujar Iswanto menjelaskan poin-poin surat edaran tersebut.

Kata Iswanto, dalam surat edaran Sekda Aceh itu juga meminta ASN yang terpaksa bepergian ke luar daerah, agar memperhatikan peta zonasi risiko COVID-19 dan kebijakan pembatasan keluar-masuk orang di wilayah tersebut, serta menerapkan protokol kesehatan.

Bagi ASN yang tidak mengikuti ketentuan sesuai surat edaran itu akan dikenakan sanksi disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil dan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja, kata dia. (Ria)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER