Kutacane (Waspada Aceh) – Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Tenggara menyatakan dukungan terhadap kinerja Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, dalam mendukung pelaksanaan visi dan misi Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Fadhullah (Dek Fadh).
Ketua KPA Wilayah Aceh Tenggara, Rusli alias Algojo, menilai peran Sekda Aceh penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan arah kebijakan kepala daerah dapat dijalankan oleh birokrasi secara efektif.
Menurut Rusli, hingga saat ini roda pemerintahan Aceh tetap berjalan dengan baik. Aktivitas aparatur sipil negara (ASN) berlangsung normal dan tidak ditemukan gangguan serius dalam sistem administrasi pemerintahan.
“Pemerintahan berjalan, ASN bekerja, dan pelayanan publik tetap berlangsung. Itu menjadi indikator bahwa fungsi koordinasi birokrasi berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Rusli, Selasa (2/2/2026).
Rusli juga menilai peran Sekda Aceh bersama jajaran Pemerintah Aceh cukup terlihat dalam mendukung upaya penanganan bencana, terutama dalam aspek koordinasi dan pengambilan keputusan administratif agar respons pemerintah dapat berjalan cepat dan terarah.
Ia menegaskan bahwa jabatan Sekda merupakan jabatan birokrasi yang berfokus pada kerja dan tanggung jawab administratif, bukan jabatan politik yang berorientasi pada pencitraan. Karena itu, menurutnya, penilaian terhadap kinerja Sekda sebaiknya dilakukan secara objektif dan proporsional.
“Perbedaan pandangan itu hal biasa. Yang penting, penilaian kinerja tetap didasarkan pada data dan fungsi jabatan,” katanya.
Terkait peran Ketua DPRA Aceh, Rusli menyampaikan bahwa DPRA memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah, terutama dalam fungsi pengawasan dan penganggaran.
Ia berharap ke depan seluruh lembaga, baik eksekutif maupun legislatif, dapat semakin memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk penanganan kebencanaan di Aceh.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendorong penanganan bencana yang lebih baik dan berkelanjutan. Sinergi antar lembaga menjadi kunci,” ujarnya.
KPA Aceh Tenggara menilai, keberhasilan pemerintahan Aceh ke depan sangat bergantung pada soliditas antara pimpinan daerah, birokrasi, dan lembaga legislatif. Oleh karena itu, dukungan terhadap Sekda Aceh dinilai penting agar pelaksanaan visi dan misi Mualem–Dek Fadh dapat berjalan optimal demi kepentingan masyarakat Aceh.
Menutup pernyataannya, KPA Aceh Tenggara mengajak seluruh elemen untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Aceh ke depan.
Pihaknya juga berharap adanya peningkatan komunikasi dan silaturahmi antara pimpinan serta anggota DPRA, khususnya dari Fraksi Partai Aceh, dengan jajaran Panglima Wilayah dan pengurus Partai Aceh di seluruh kabupaten/kota.
“Kami mengajak semua pihak untuk bergandeng tangan membangun Aceh ke depan. Diharapkan komunikasi dan silaturahmi antara Ketua dan Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh dengan Panglima Wilayah serta pengurus Partai Aceh di seluruh kabupaten/kota dapat terus diperkuat demi menjaga soliditas dan kepentingan masyarakat Aceh,” ujar Rusli. (*)



