Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
BerandaKontroversi Karantina di Natuna bagi WNI yang Dipulangkan dari China

Kontroversi Karantina di Natuna bagi WNI yang Dipulangkan dari China

Tanjungpinang — Walau masyarakat di Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, melakukan penolakan, tampaknya pemerintah pusat belum mengubah keputusannya untuk menjadikan Natuna sebagai lokasi observasi (karantina) bagi 245 WNI (Warga Negara Indonesia) yang dievakuasi dari Provinsi Hubei, China, terkait virus Corona.

Tim penjemput, yang terdiri dari TNI dan tenaga medis, Sabtu tadi (1/2/2020), telah diberangkatkan ke provinsi yang dilaporkan sebagai daerah penyebaran virus Corona.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, ketika melepas tim penjemput, menyatakan pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana berupa tempat isolasi di Natuna untuk mendukung protokoler kesehatan usai menjemput 250 WNI dari China.

Sedangkan di Natuna, sejak pagi hingga siang tadi, ratusan warga Kabupaten Natuna, menggelar aksi penolakan bila daerahnya dijadikan sebagai lokasi karantina bagi WNI yang dipulangkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China.

Berita Terkait: Pulau Natuna Jadi Lokasi Observasi 245 WNI yang Dievakuasi dari China

Massa bahkan menduduki Kantor DPRD Natuna, mendesak dewan untuk menolak kehadiran WNI dari China tersebut. Aksi penolakan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB. Mereka khawatir WNI dari Wuhan, China, yang akan menjalani karantina di daerah mereka, akan berdampak buruk bagi kesehatan warga setempat.

Wakil Bupati Natuna, Kepulauan Riau, Ngesti Yuni Suprapti menegaskan, penolakan masyarakat karena Natuna dijadikan sebagai lokasi observasi WNI dari Wuhan, China, yang dievakuasi terkait virus Corona, terjadi karena tidak adanya sosialisasi sejak awal.

Untuk itu Wabup meminta Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya langsung kepada warga Natuna.

“Ini yang jadi permasalahan itu, miskomunikasi karena tidak didudukkan penjelasan dari awal. Kalau dari awal ada transparansi dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah, mungkin tidak terjadi hal seperti ini,” kata Ngesti, Sabtu (1/2/2020), sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com.

Transit di Batam

Sementara itu Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Batam, Achmad Farchanny, menjelaskan evakuasi WNI dari Wuhan, China, hanya transit maksimal satu jam di Bandara Hang Nadim, Batam. Setelah itu akan melanjutkan penerbangan ke Bandar Udara Raden Sadjad Natuna.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan, saat transit di Batam, WNI tersebut tidak boleh keluar bandara, tidak juga menunggu di ruang tunggu. Para WNI yang datang dari China tersebut harus langsung ke pesawat. (**)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER