Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaAcehKhanduri Damai: Merajut Silaturahmi dan Dialog Multigenerasi

Khanduri Damai: Merajut Silaturahmi dan Dialog Multigenerasi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Flower Aceh dan Pemerintah Desa Mon Ikeun menggelar Khanduri Damai di Gampong Mon Ikeun, Lhoknga, Aceh Besar, memperingati 18 tahun Hari Damai Aceh dan HUT ke-78 Republik Indonesia, Sabtu (19/8/2023).

Pj Geuchik Gampong Mon Ikeun, Ramli, mengatakan kegiatan ini mengusung tema “Merajut Damai untuk Aceh yang Mulia” bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan memfasilitasi dialog antar-generasi mengenai perdamaian di Aceh.

Direktur Eksekutif Flower Aceh, Riswati menjelaskan MoU Helsinki yang mengakhiri konflik tiga dekade di Aceh dan diintegrasikan dalam UU No 11 tahun 2006, mendorong peran perempuan dan kelompok muda dalam pembangunan perdamaian Aceh.

“Harapannya untuk perkuat peran perempuan dan kelompok muda sebagai agen perdamaian dalam mencegah serta menangani konflik,” tutur Riswati.

Khanduri Damai dihadiri berbagai lapisan masyarakat, perwakilan Muspika, aparatur desa, tokoh perempuan, penyintas konflik, komunitas pemuda, dan mahasiswa, perwakilan LSM di Aceh serta jurnalis.

Faisal Hadi, perwakilan Nonviolent Peaceforce Indonesia, mendorong anak muda untuk mensyukuri keadaan damai, berperan dalam deteksi konflik, terlibat dalam organisasi seperti Flower Aceh, dan menjaga perdamaian, dengan harapan akan muncul tokoh-tokoh Aceh baru dari Gampong Mon Ikeun.

Wakil ketua KKR Aceh, Oni Imelda turut menjelaskan fungsi kelembagaan KKR untuk mengungkapan kebenaran isu HAM masa lalu, merekomendasikan pemulihan, dan rekonsolidasi.

Perwakilan tokoh lainnya, T. Ayatullah Bani Baeit menyebutkan bahwa damai berarti menyelesaikan masalah secara bersama-sama tanpa mengganggu orang lain, fokus pada solusi.

Founder YouthID, Bayu Satria mengatakan acara ini menjadi ruang untuk perwakilan masyarakat bertutur tentang perdamaian dalam versi yang diharapkannya.

Tokoh pemuda, Zulfan, menegaskan point penting menjaga damai yakni keadilan, rekonsiliasi, dan kesejahteraan masyarakat, serta nilai-nilai perdamaian harus dirasakan oleh semua, bahkan di pelosok Aceh.

Khanduri Damai ini dimeriahkan oleh beragam penampilan komunitas anak muda di Gampong Mon Ikeun, termasuk shalawat badar, musikalisasi puisi, dan penampilan lagu Aceh oleh kelompok muda Flower Aceh, serta diakhiri dengan sesi makan bersama menu khas.

Seluruh persiapan, dilakukan oleh perwakilan masyarakat desa dan kelompok muda melalui gotong royong. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER