Jumat, Juni 21, 2024
Google search engine
BerandaInforial Pemerintah AcehKepala BI: Pertanian Aceh Berkontribusi Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Kepala BI: Pertanian Aceh Berkontribusi Signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala BI (Bank Indonesia) Aceh, Zainal Arifin Lubis, menyebutkan, dari kajian BI, peningkatan produktivitas di sektor pertanian dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan tenaga kerja di Aceh.

Di sektor perikanan, kekayaan laut Aceh dengan garis pantai terpanjang di Sumatera, membuka peluang tumbuhnya industri perikanan dan garam di Aceh, kata Kepala BI Aceh itu kepada Waspadaaceh.com di Banda Aceh, Rabu (23/1/2019).

Selain itu, kata Arifin, keindahan alam, jejak sejarah, serta kekhasan Aceh dengan Syariat Islamnya, menawarkan potensi penerimaan daerah dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Kepala Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin Lubis, dan Kepala Bappeda Aceh, Azhari, pada acara diskusi di auditorium BI Aceh di Banda Aceh. (Foto/Ist)
Kepala Bank Indonesia Aceh, Zainal Arifin Lubis, dan Kepala Bappeda Aceh, Azhari, pada acara diskusi di auditorium BI Aceh di Banda Aceh. (Foto/Ist)

Arifin menjelaskan, Aceh memiliki potensi menjanjikan di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Beberapa komoditas seperti nilam, pala, dan sereh wangi memiliki peluang menjanjikan di samping komoditas yang sudah menjadi unggulan selama ini. Seperti kopi dan kelapa sawit, kata Arifin.

Dengan optimalisasi potensi yang dimiliki, sebut Arifin, dapat menjadikan Aceh sebagai kontributor pertumbuhan ekonomi nasional dan solusi mengatasi permasalahan defisit transaksi berjalan, yang selama ini memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.

Upaya memanfaatkan peluang tersebut, kata Arifin lebih lanjut, membutuhkan sinergi dan kerjasama antara pemerintah, otoritas terkait, industri, pelaku usaha serta masyarakat secara umum.

Dengan bersinergi dalam berinovasi, ujar Arifin, akselerasi implementasi program pengembangan ekonomi daerah di Aceh dapat berjalan secara optimal dan dapat berkontribusi nyata dalam mewujudkan kemaslahatan yang merata, berkesinambungan dan barokah.

Untuk itu, kata Arifin, BI Aceh bersama Bappeda Aceh, menginisiasi diskusi bersama dinas terkait, sebagai upaya membangun sinergisitas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. Kegiatan itu , ujarnya, digelar di ruang auditorium Kantor BI Aceh di Banda Aceh. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bappeda Aceh, Azhari, dan dinas terkait lainnya.

Perkembangan Ekonomi Aceh Baik

Menurut Arifin, secara umum perkembangan ekonomi Aceh cukup baik, dengan tingkat inflasi yang rendah di bawah level nasional (1,84% yoy), pertumbuhan ekonomi yang positif selama 3 tahun terakhir (di atas 3%), serta angka kemiskinan dan pengangguran yang menunjukkan penurunan.

Namun berbagai tantangan ke depan, kata Arifin, masih harus dihadapi, baik yang datang dari global, nasional, maupun lokal. Dia menyebutkan, perlambatan ekonomi global, perang dagang, risiko nilai tukar, dan penurunan harga komoditas dunia, dapat memberikan tekanan terhadap ekonomi nasional termasuk Aceh.

“Selain itu kondisi defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) juga masih terus membayangi ekonomi nasional. Sementara dari sisi lokal, masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh, minimnya industri, serta ketergantungan ekonomi terhadap APBA perlu mendapat perhatian bersama,” kata Arifin.

Pada diskusi itu, Kepala Bappeda Provinsi Aceh, Azhari, mengungkapkan, dari berbagai data dan informasi yang telah disampaikan BI, dapat menjadi referensi SKPA dalam melaksanakan program kerja dan realisasi APBA, serta saat akan menyusun program kerja 2020.

Azhari menghimbau agar seluruh SKPA dapat memfokuskan program kerjanya untuk mendorong berkembangnya industri/pengusaha lokal, dalam rangka menciptakan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan rakyat Aceh.(adv)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER