Senin, September 1, 2025
spot_img
BerandaKecelakaan Bus di Pagar Alam, Kini 28 Tewas dan 14 Hilang

Kecelakaan Bus di Pagar Alam, Kini 28 Tewas dan 14 Hilang

Pagar Alam –Jumlah korban tewas dalam kecelakaan maut Bus Sriwijaya di Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan (Sumsel), terus bertambah menjadi 28 orang (sebelumnya 25 orang dilaporkan tewas).

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palembang Dayu Willy mengatakan, pencarian Selasa malam (24/12/2019) dihentikan, pada pukul 20.00 WIB. Penghentian dilakukan karena kondisi di lokasi kejadian cukup gelap sehingga menyulitkan petugas yang melakukan pencarian. Namun pencarian akan dilanjutkan pada Rabu besok.

Sementara itu, sekitar 14 orang penumpang lainnya dinyatakan masih hilang, dan diduga terseret arus sungai yang cukup deras. Kecelakaan maut itu terjadi pada  Senin menjelang tengah malam (23/12/2019).

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, diketahui bahwa bus tersebut mengangkut 54 penumpang termasuk sopir dan awak bus dalam perjalanan dari Bengkulu menuju Palembang.

Di tengah perjalanan, persisnya di sekitar Tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, bus mengalami kecelakaan masuk ke dalam jurang sedalam 150 meter. Bus masuk di sungai yang berarus deras.

Berita Terkait: 25 Penumpang Tewas dalam Kecelakaan Bus Masuk Jurang

Sampai saat ini tercatat telah ditemukan 40 orang korban. 28 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedang 13 lainnya selamat dalam kondisi luka-luka. Sementara diperkirakan ada sekitar 14 orang lainnya dinyatakan masih hilang.

Tim gabungan masih melakukan proses evakuasi di sekitar lokasi kejadian untuk mencari para korban dengan menyusuri Sungai Lematang hingga radius 5 Km ke bagian hilir.

“Itu hasil olah TKP sementara seperti itu. Untuk pemicu, penyebab kecelakaan sendiri belum bisa dipastikan. Informasi tim di lapangan sopirnya diduga mengantuk, tiga kali hampir tabrakan,” ujar Supriadi, Selasa (24/12/2019).

Bus Tidak Layak Jalan

Sementara itu Dinas Perhubungan (Dishub) Sumatra Selatan sebelumnya menyebutkan bahwa Bus Sriwijaya yang mengalami kecelakaan di Tikungan Lematang Indah, Kelurahan Pelang Penidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, tidak layak beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengatakan, setelah mendapatkan informasi mengenai adanya kecelakaan tersebut, pihaknya segera mengecek data di dinasnya terkait operasional PO Bus Sriwijaya. Hasil penelurusan data Dinas Perhubungan, bus tersebut tidak laik operasi.

“Sisi ramp check-nya tidak sesuai dengan aturan sehingga seharusnya tak beroperasi. Selain ramp check, kami masih menelusuri permasalahan lainnya yang ada di bus. Intinya Bus Sriwijaya tidak laik beroperasi,” ujar Nelson. (**)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER