Kasus Baru Lebih Banyak Dibanding Pasien Covid-19 Sembuh di Aceh

    BERBAGI
    ILUSTRASI. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taqwallah, meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 untuk santri, dewan guru dan masyarakat umum di Dayah Darul Abrar, Gampong Baro, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya, Senin (5/7/2021). (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Perkembangan kasus Covid-19 terus mengkhawatirkan. Jumlah kasus baru lebih banyak dibanding pasien sembuh dalam 24 jam terakhir di Aceh.

    “Pasien yang sembuh kemarin mencapai 1.033 orang di bawah kasus baru yang sebanyak 310 orang. Tapi hari ini situasi berbalik lagi, yang sembuh lebih sedikit dari pada penderita baru,” ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin (16/8/2021).

    Kasus baru tercatat 341 orang, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh ada 136 orang. Sementara itu, kasus meninggal dunia dilaporkan bertambah lagi sebanyak 27 orang.

    Kasus-kasus baru yang mencapai 341 orang itu, meliputi warga Banda Aceh sebanyak 132 orang, Aceh Besar 109 orang, Aceh Tengah 25 orang, Aceh Jaya 16 orang, warga Aceh Tamiang dan Aceh Barat, sama-sama 12 orang.

    Kemudian warga Aceh Selatan sebanyak 10 orang, Aceh Utara lima orang, warga Langsa dan Pidie masing-masing empat orang.

    Selanjutnya warga Aceh Tenggara dan Sabang sama-sama tiga orang. Kemudian warga Aceh Timur sebanyak dua orang. Sedangkan warga Lhokseumawe, Gayo Lues, Pidie Jaya, dan warga Aceh Singkil sama-sama satu orang.

    Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh bertambah 136 orang, yang meliputi warga Aceh Besar mencapai 75 orang, Aceh Tengah 23 orang, dan warga Lhokseumawe sebanyak 20 orang.

    Kemudian warga Sabang delapan orang, Aceh Tamiang sebanyak lima orang, Aceh Utara tiga orang, warga Aceh Timur dan Pidie Jaya, masing-masing sebanyak satu orang

    “Meski kasus baru Covid-19 melampaui jumlah pasien yang sembuh, namun kita tidak akan menyerah. Semua elemen masyarakat tetap berikhtiar dan berdoa agar penyakit ta’en corona secepatnya sirna di tanah Serambi Mekkah,” tutur Jubir yang disapa SAG itu.

    Tenaga kesehatan (nakes) yang masih diberikan kesehatan dan kekuatan oleh Allah SWT teruslah melakukan testing dan tracing kasus-kasus baru yang masih tersembunyi di dalam masyarakat.

    Tenaga medis di pelbagai sarana pelayanan tetaplah kuat dan sabar memberi pelayanan sesuai kebutuhan medis pasien-pasien Covid maupun pasien noncovid lainnya.

    Sementara itu, setiap individu seyogyanya tidak lagi memandang Covid-19 sebagai penyakit flu yang bisa diabaikan.

    Setiap merasakan demam, nyeri tenggorokan, batuk, dan hilang daya penciuman, segera memeriksa diri ke Puskesmas terdekat. Semakin cepat mencari pertolongan medis Insya Allah kian mudah sembuh dan memperkecil risiko kematian.

    BACA:
    Rayakan Kemerdekaan RI, Komunitas Wartawan Kibarkan Merah Putih di Puncak Nol KM Banda Aceh

    Ada banyak kasus Covid-19 berakhir fatal dan meninggal dunia hanya karena sangat terlambat meminta bantuan medis, selain ada penyakit penyerta dan faktor lanjut usia.

    Catatan kasus kematian Covid-19 umumnya karena faktor terlambat berobat. Pasien tiba di rumah sakit pada saat penyakitnya sudah stadium lanjut, dan bahkan ada yang sudah kritis, katanya.

    “Umur manusia memang sudah ditentukan, namun ikhtiar untuk menyelamatkan nyawa dan kehidupan merupakan tugas wajib yang mesti kita tunaikan bersama,” tutur SAG.

    Kasus kumulatif
    Selanjutnya ia melaporkan kasus akumulatif kasus Covid-19 Aceh telah mencapai 27.774 orang, hingga 16 Agustus 2021. Pasien Covid-19 yang sedang dirawat sebanyak 5.457 orang.

    Para penyintas Covid-19, (yang sudah sembuh) sebanyak 21.127 orang. Sedangkan kasus meninggal dunia secara akumulatif sudah mencapai 1.190 orang.

    Data kasus akumulatif tersebut termasuk kasus positif baru harian yang bertambah lagi hari ini sebanyak 341 orang. Pasien yang sembuh bertambah 136 orang, dan penderita Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak 27 orang.

    BACA:
    Gubernur: 16 Tahun Damai Aceh harus Dimaknai dengan Rasa Syukur

    Kasus-kasus meninggal dunia yang dilaporkan tersebut meliputi warga Aceh Utara dan Aceh Besar sama-sama enam orang.

    Kemudian warga Aceh Tengah sebanyak empat orang, warga Aceh Tamiang dan Banda Aceh masing-masing tiga orang. Lima orang lagi masing-masing satu orang warga Langsa, Lhokseumawe, Gayo Lues, Sabang, dan warga Aceh Singkil.

    Lebih lanjut ia memaparkan data akumulatif kasus probable, yakni sebanyak 873 orang, meliputi 746 orang selesai isolasi, 51 orang isolasi di rumah sakit, dan 76 orang meninggal dunia.

    Kasus probable yakni pasien yang secara klinisnya menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19 dan dalam proses pemeriksaan swab-nya.

    Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.837 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.660 orang, sedang isolasi di rumah 153 orang, dan 24 orang sedang diisolasi di rumah sakit. (Ria)

    BERBAGI